Home / Entrepreneur / 4 Faktor Utama Munculnya Peluang

4 Faktor Utama Munculnya Peluang

Artikel kali ini saya arahkan kepada calon founder dan co-founder yang mau mendirikan startup. Bisa juga sebenarnya untuk startup yang sudah mulai berjalan sebagai bahan renungan. Saya tulis di Bandara Adi Sumarmo Solo menjelang keberangkatan ke Jakarta untuk seleksi final Indigo Incubator 2015.

Dari pengamatan saya selama ini, banyak niatan untuk mendirikan startup lebih didominasi oleh gairah. Istilah mengejar passion sudah umum dikenal dan inilah yang sering didengungkan oleh aktivis dunia startup. Mengejar impian di dunia inovasi dan kreatifitas daripada bekerja di dunia korporasi terasa lebih mengasyikkan.

Masalahnya adalah apa yang mereka katakan hanya sebagian saja yang anda simak. Memang kata impian mampu membuat perhatian kita ke hal lain menjadi kabur. Impian kita asosiasikan dengan kebebasan. Dan inilah yang menjadi hal terpenting di benak kita. Kebebasan kita asosiasikan dengan kesuksesan yang akan datang pada waktunya. Dan kesuksesan bertetangga dengan kekayaan. Setidaknya itulah yang kita asumsikan.

Lalu apakah yang seharusnya kita perhatikan selain impian/passion? Ada 3 item lain yang harus kita pikirkan pada saat bersamaan untuk mendapatkan satu kesimpulan akhir yaitu: ADANYA SEBUAH PELUANG!

Jadi total keseluruhan ada faktor untuk mendapatkan sebuah peluang yang menarik yaitu:

  1. Passion
  2. Skill
  3. Problem
  4. Market

Semuanya harus anda pikirkan pada saat bersamaan. Kalau ada yang luput, maka hasil akhirnya akan kurnag sempurna dan anda cenderung akan menghadapi masalah tertentu. Mari kita bahas satu persatu.

 

Passion
Faktor inilah yang sering mendominasi pendirian sebuah startup. Memang faktor ini penting dan menjadi dasar utama dari ketiga faktor lainnya. Tapi bukan berarti faktor ini mendominasi secara mencolok. Anda harus mengikutsertakan 3 faktor lainnya secara bersamaan. Bisa dikatakan, passion inilah yang menjadi bahan bakar dari aktivitas yang akan startup anda lakukan.

 

Skill
Jika bahan bakar sudah ada, maka sebuah mesin harus dimiliki dan skill adalah maksud untuk itu. Skill adalah kemampuan anda baik secara teknis dan non-teknis. Jika anda hanya memiliki skill teknis maka tetap akan menghadapi masalah karena startup juga adalah sebuah entiti bisnis.

Tanpa skill dan hanya bermodalkan passion saja, maka startup anda akan lambat dalam hal eksekusi. Walaupun ada fasilitas outsourcing dimana anda bisa menggunakan skill orang lain untuk dipekerjakan, namun pada kenyataannya skill yang dimaksud adalah skill dari tim founder dan co-founder itu sendiri. Karena itulah kombinasi yang kuat dan bukan berbasis outsourcing.

Outsourcing hanya bisa membantu sampai titik tertentu dan tidak akan maksimal dibandingkan bila tim inti anda memiliki founder yang punya skill terkait. Skill disini juga adalah skill teknis dan non-teknis.

 

Problem
Pada bagian problem ini, saya melihat banyak startup yang mulai lemah. Dalam arti, kebanyakan startup masih dominan di masalah passion dan skill (setidaknya skill teknis). Tapi didalam hal problem, banyak startup yang gelagapan menentukan problem yang ada untuk dipecahkan. Banyak dari startup salah membuat asumsi dan salah mengambil sudut pandang dalam menentukan permasalahan yang layak dipecahkan.

Untuk bagian ini, Lean Startup sangat cocok digunakan sebagai panduan untuk melatih menemukan problem. Bukan hanya sekedar menemukan saja, namun juga layak untuk dibuat solusinya.

 

Market
Bagian ini adalah bagian yang paling sering membingungkan startup. Paling kabur diantara 3 faktor sebelumnya. Seringkali produk atau layanan yang dibuat tidak memiliki pasar yang cukup untuk menunjang bisnis dan kelangsungan dari startup itu sendiri.

Sebagian startup lagi hanya mengandalkan statistik umum dan sering menjadi konyol karena hanya memberikan jumlah secara global. Pada kenyataannya: kapan bisa menjadi pemain besar? Kapan bisa menjadi pemain nasional? Kapan bisa mencapai sekian ribu user? Kapan mulai mendapatkan pemasukan? Biasanya pertanyaan seperti ini sering tidak bisa dijawab dengan baik.

Pasar tidak hanya persoalan angka besar yang fantastis. Pasar juga bisa dikatakan sebagai rangkaian dari milestone yang harus anda jabarkan dalam asumsi yang realistis. Kalau tidak, ya gombal namanya. Dan startup Indonesia paling sering gombal di angka-angka ajaib ini.

 

Nah, sekarang apa yang harus anda lakukan?

Coba analisa kondisi startup anda dengan 4 faktor utama diatas. Buat diskusi dengan anggota tim dan bandingkan jawaban serta argumentasi dari anggota tim anda. Kalau memungkinkan, carilah kesepakatan bahwa 1 orang dari anggota tim anda akan selalu menjadi penentang/meragukan semua argumentasi yang diberikan.

Maksud saya adalah, biasanya para founder akan cenderung mudah untuk sepakat. Tapi bila ada 1 orang saja yang mulai mempertanyakan, maka diskusi akan lebih hidup dan kejujuran relatif lebih sering muncul. Sampai disini, terserah anda dan tim anda menilai apakah startup anda memang sebuah peluang yang menarik atau hanya sekedar kombinasi dari 1 atau 2 faktor utama diatas?

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.