Home / Gamedev / 5 Aplikasi Gratis Teratas &Terpopuler Android serta Cara Monetisasi
android header 3

5 Aplikasi Gratis Teratas &Terpopuler Android serta Cara Monetisasi

Banyak developer yang sudah bermain di Appstore menggunakan pasar Android untuk mencoba berbagai strategi promosi mereka. Sementara aplikasi di iOS berbayar, banyak aplikasi yang dibuat mereka untuk versi Android bisa didownload gratis. Versi gratis ini jauh lebih populer, karena tidak semua pengguna mau membayar di muka untuk sesuatu yang belum mereka coba.

Menurut statistik Google, pada awal 2013  untuk 5 Aplikasi Gratis teratas adalah sbb:

  1. Entertainment (saat ini yang paling populer adalah file sharing, music downloads, wallpapers, dll.)
  2. Tools (battery indicators and savers, anti-viruses, flashlights,  alarm clocks, Google Translate)
  3. Lifestyle (horoscopes, mirror apps, pizza delivery, real estate  dan  Ebay apps)
  4. Personalization (screen customization, ringtones dan wallpapers)
  5. Education (kebanyakan adalah kamus, learning platforms and aplikasi kuis)

Yang terpopuler untuk kategori Game adalah sbb:

  1. Arcades & action (Dragon Flight, Temple Run, semua variasi dari Angry Birds, GTA, Fruit Ninja)
  2. Brain puzzles (Jewels, Plaque, Flow Free, Sudoku, IQ tests, dll.)
  3. Casual (music instruments, drawing games, pet games, dll.)
  4. Cards and casino (Solitaire, Texas Hold’em, Slots, Russian Roulette, dll.)
  5. Sports games (basketball, pool, bowling, golf, dll.)

Saat anda membaca artikel ini mungkin ada perubahan sedikit, tapi seperti yang disebutkan pada artikel sebelumnya, statistik di Google Play tidak terlalu cepat berubah untuk kategori aplikasi. Perubahan yang lebih signifikan muncul di katergori spesifik seperti game diatas.

Bagaimana Memonetisasi Aplikasi Gratis

Walau sekilas aplikasi berbayar Android lebih memiliki potensi besar untuk menghasilkan pemasukan, kenyataannya adalah empat dari lima aplikasi berbayar Android hanya didownload kurang dari 100 kali. Aplikasi gratis di monetisasi melalui in-app advertising (iklan didalam aplikasi) karena kebanyakan pengguna menolak untuk membayar didepan dan juga menolak membayar in-app advertising itu sendiri. Penolakan tadi yang membuat para developer tertarik menerapkan strategi in-app advertising dengan pihak pengiklan yang lebih berkeinginan membayar karena mereka butuh mempromosikan produk mereka.

Anggaran iklan terus bertumbung dan menurut beberapa sumber berkisar 2 milyar dollar per tahun. Sebuah riset dan studi pasar baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya 0.2% dari aplikasi berbayar yang mencapai jumlah download lebih dari 10.000 kali. Sementara sekitar 20% dari aplikasi gratis didownload lebih dari 10.000 kali. Perbedaan yang sangat signifikan bukan?

Beberapa Strategi Monetisasi

Statistik menunjukkan bahwa mayoritas pengguna aplikasi cenderung sensitif terhadap harga dan tidak mau membayar untuk aplikasi, namun persentase tertentu dari pengguna lebih suka membayar untuk aplikasi untuk menghindari iklan dalam aplikasi favorit mereka, sehingga mereka mulai mencari bebas iklan namun versi berbayar. Pengembang dapat menggunakan pendekatan dua arah untuk memenuhi kedua jenis pengguna tersebut dengan menciptakan sekaligus versi gratis dan berbayar dari aplikasi mereka. Banyak perusahaan menggunakan pendekatan ini dalam bentuk sumber pendapatan untuk aplikasi mereka di AppStore, namun menyediakan versi Android secara gratis. Hal ini terutama berlaku untuk para pemain besar seperti perusahaan publishing, dll.

Kesimpulannya, sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mencoba peluang monetisasi (aplikasi berbayar dan model in-app  untuk jenis aplikasi gratis) sebelum meluncurkan aplikasi baru. Pikirkan tentang bagaimana setiap strategi pemasaran akan mempengaruhi pengalaman dan persepsi pengguna, karena ini adalah faktor kunci dalam menentukan keberhasilan aplikasi Anda.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan model aplikasi gratis, Anda akan harus memilih di antara berbagai jaringan provider iklan, yang paling populer adalah AdMob (alat monetisasi kuat yang mudah diinstal dan dikelola) dan AirPush (dirancang semata-mata untuk aplikasi Android) . Anda juga harus mencoba Millenial, JumpTap, MobFox, namun perlu diingat bahwa mungkin cukup menantang untuk mengintegrasikan SDK yang berbeda dari para penyedia tersebut dan tentunya hal itu tidak benar-benar memberikan banyak kontrol untuk Anda.

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.