Home / Edukasi / Advergame, Peluang Besar Yang Belum Terksplorasi

Advergame, Peluang Besar Yang Belum Terksplorasi

Dulu video game dianggap hanya media permainan untuk anak-anak, juga dianggap sebagai media hiburan untuk keluarga. Tapi sejalan dengan perkembangan teknologi dan berbagai kebutuhan manusia, kini video game sudah jauh berkembang walaupun tetap masih menjadi media permainan dan hiburan interaktif. Salah satu manfaat game yang jauh berkembang dari sifat asalnya adalah game sebagai media pembelajaran dan training, serta game sebagai media promosi/pemasaran yang dikenal dengan istilah advergame.

Alasan utama game bisa menjadi alat promosi sekaligus pemasaran adalah karena sifatnya yang multimedia dibarengi sifat interaktif. Musik, animasi, dan film masuk ke dalam kategori multimedia, tetapi hanya game yang memiliki satu kelebihan utama yaitu sifatnya yang interaktif antara pemain (konsumen) dengan medianya (game). Dengan perkataan lain, di segmen musik, film, dan animasi, pengguna bersifat pasif di mana mereka hanya bisa mendengar dan menyaksikan tanpa bisa mempengaruhi media itu sendiri.

Interaktifitas, Keunggulan Advergame Sebagai Media Promosi dan Pemasaran

Di sisi interaktif inilah game jauh melampaui ketiga media sebelumnya. Pengguna dapat melakukan tindakan berdasarkan pilihan, juga dapat mengulanginya jika diinginkan atau diatur oleh media itu sendiri. Di dalam game terjadi komunikasi dua arah dan perubahan dinamis selama berlangsungnya proses antara pengguna dan medianya. Hal inilah yang membuat game menjadi media yang dinamis dan sangat menjanjikan karena bisa didesain sedemikian rupa agar interaksi yang terjadi lebih maksimal sesuai dengan prosedur atau kebutuhan tertentu.

Tidak dibutuhkan waktu lama untuk industri game mulai mengalahkan pertumbuhan musik, film, dan animasi. Walaupun dalam segmen tertentu film dan animasi masih mampu merajai, secara global industri game sudah menjadi pemimpin di industri multimedia. Kebebasan bertindak dan mendapatkan feedback secara instan membuat game digandrungi bahkan efektif digunakan sebagai media pembelajaran baik untuk anak sekolah maupun level perusahaan.

Perkembangannya yang masif juga menarik perhatian kalangan bisnis dan di pertengahan tahun 1990-an mulai muncul beberapa perusahaan yang menggunakan game sebagai media promosi dengan melekatkan brand mereka di dalam game. Di masa itu, pemasangan brand masih bersifat tempelan saja yaitu sekedar memasang logo atau brand produk di dalam layar pembuka game. Tak lama kemudian, kalangan bisnis mulai menyadari bahwa mereka bisa memasukkan brand maupun produk itu sendiri di dalam game sebagai salah satu sarana promosi yang interaktif (tidak hanya sebagai pajangan). Dan perkembangan advergame pun dimulai.

Kenali lebih jauh jenis-jenis game:

Di awal tahun 2000-an, banyak perusahaan global yang mencoba peruntungan dengan menggunakan game sebagai media promosi sekaligus pemasaran dari produk maupun layanan mereka sendiri. Jadi, tidak lagi hanya brand atau logo, atau produk yang dipajang di dalam game, kini brand atau produk itu dijadikan game langsung. Beberapa contoh yang populer seperti penggunaann model mobil yang sebenarnya di dalam game balap, penggunaan produk tertentu sebagai produk perdagangan di dalam game itu sendiri, atau malah lebih kompleks yaitu menggunakan game sekaligus sebagai pemasaran dan survei calon pengguna. Beberapa perusahaan nasional di Indonesia juga sudah menggunakan metode ini dan terbukti cukup berhasil.

Perkembangan itu tidak terhenti sampai di situ saja. Kini game, oleh beberapa perusahaan global, sudah mulai digunakan coba sebagai media ujicoba untuk produk yang belum dibuat. Dengan kata lain, kalangan usaha bisa menggunakan game sebagai alat riset untuk mengetahui arah dan keinginan dari pasar penggunanya.

– Note: juga dipublish di portal Segitiga.net – http://segitiga.net/blog/advergame-peluang-besar-yang-belum-terksplorasi

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.