Home / Edukasi / Apa Pembunuh Produktivitas Anda?
produktifitas

Apa Pembunuh Produktivitas Anda?

Sebenarnya artikel ini adalah pemikiran yang masih menggantung dibenak saya setelah berdiskusi dengan teman. Kami membahas mengenai masalah produktivitas dan hal-hal yang dianggap bisa membunuhnya. Topiknya sebenarnya sudah banyak dibahas namun tidak ada salahnya saya menuliskannya lagi disini.

Teman saya itu berpendapat bahwa pola aktivitas saat ini lebih banyak membunuh produktivitas sebenarnya. Bila dibiarkan tanpa ada pola tertentu dan pengelolaannya dibuat tanpa perencanaan, maka hasilnya si pelaku hanya akan membuang waktunya saja. Setidaknya dia mengatakan ini dari pengalaman pribadinya sendiri.

Sebagai contoh dia mengatakan bahwa sering merasa aktivitasnya sudah cukup banyak dari pagi sampai sore bahkan malam hari. Namun sering merasa tidak menyelesaikan tugas yang penting atau perasaan tidak puas seringkali muncul. Tentunya kita tidak bisa mengambil kisahnya sebagai wakil dari semua orang. Namun keluhan yang sama sering saya dengar juga dari banyak orang sebenarnya.

Tanpa melakukan survey yang lebih detail, saya mencoba berdiskusi dengannya. Kami berbincang beberapa saat dan saya menemukan beberapa pola yang menurut saya bisa jadi sebagai pengganggu bahkan pembunuh dari produktivitasnya. Apa saja itu? Saya akan beberkan disini. Anda bisa saja setuju tapi bisa juga tidak.

  • Membuka email dan langsung membalasnya. Setiap pagi, teman saya ini langsung membuka email. Dan dia terbiasa langsung membalas email yang dianggap penting. Walau terkesan sederhana, ternyata kegiatan ini cukup menyita pikiran dan waktu, apalagi kalau menyangkut hal-hal krusial. Saya memberikan saran agar dia menunda membalas email. Bahkan kalau bisa, email baru dibuka ketika akan makan siang. Akan selalu ada waktu untuk membalas email. Dan jika memang sangat darurat, orang lain akan menghubungi anda via HP/telepon langsung. Artinya email bisa ditunda.
  • Membuka media sosial di pagi hari. Terbalik dengan poin pertama, banyak dari anda tentu terbiasa membuka aplikasi media sosial sejak awal bekerja. Sebuah langkah yang juga sering dilakukan teman saya dan tidak disangka bisa membuatnya teralihkan, apalagi ada trend atau berita viral di lini masanya, segera saja dia lupa dan terhanyut. Saya berpendapat lebih baik dilakukan ketika sudah akan makan siang atau ketika sore /santai. Toh juga cukup waktu untuk membalas semua itu tanpa merasa bersalah karena menunda pekerjaan.
  • Tidak memiliki target kerja & tidak memiliki deadline. Dia juga mengaku bahwa sering sekali memulai aktivitas sehari-hari dengan rutinitas yang itu-itu saja. Tidak ada target di pagi hari atau siang, atau kapan pun. Yang memperparah adalah malasnya membuat deadline. sehingga seringkali pola terburu-buru menjadi salah satu kebiasaan dari teman saya itu. Sayangnya sampai sekarang masih sulit diubahnya. Dia merasa bahwa target kerja dan deadline terkesan tidak manusiawi dan membunuh kreatifitas. Saya berpendapat sebaliknya, tanpa target dan batas waktu, kita akan cenderung santai dan tidak kreatif karena tidak ada tolak ukur terhadap apapun.
  • Tidak membuat daftar pekerjaan dan memilah prioritas. Membuat daftar pekerjaan adalah salah satu kebiasaan saya. Saya memilahnya kedalam 2 bagian yaitu yang prioritas dan biasa. Sehingga saya mendapatkan pemahaman tiap akhir minggu dari mengumpulkan data selama 1 minggu terhadap kinerja dan pencapaian saya. Pola ini tidak pernah dicoba oleh teman saya tadi. Seperti alasan dia sebelumnya, disiplin dianggapnya membunuh kreatifitas karena kebebasan intelektual lebih menekankan kebebasan berekspresi menurutnya. Dalam hal tertentu saya sependapat, tapi daftar pekerjaan dan prioritas mempermudah saya mencapai sesuatu. Jadi cara itu menurut saya adalah trik kreatif sederhana.
  • Jarang mengevaluasi baik pribadi maupun kelompok. Ketika kami berdiskusi, di awal perbincangan banyak sekali pertentangan dan debat kusir yang sebenarnya tidak perlu. Namun syukurlah, dari beberapa kali diskusi akhirnya dia mengakui bahwa selama ini ternyata banyak perilakunya ternyata membunuh produktivitasnya sendiri dengan berbagai dalih. Walau saya tidak bisa menyetujui semua argumentasinya, namun kami sepakat dalam beberapa hal diatas.

Seperti yang saya sebutkan diawal tulisan ini, produktivitas adalah masalah yang kompleks bagi setiap orang. Perilaku yang berbeda antar orang dan latar belakang yang bervariasi tentu menambah kerumitan dari masalah itu sendiri. Adapun yang saya sebutkan diatas hanyalah beberapa buah pikiran dari pengamatan serta pengalaman pribadi saya dan teman saya tadi tentunya.

Bagaimana dengan anda? Apa yang membunuh produktivitas anda? Atau anda belum sadar juga?…

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.