Home / Startup / Bagaimana Membuat Aplikasi Jenis “Uber for X”?

Bagaimana Membuat Aplikasi Jenis “Uber for X”?

Kesuksesan Uber dan beberapa startup dengan konsep “sharing economies” di era mobile app membuat banyak startup mau mencoba peruntungan yang sama. Tidak salah saya kira kalau kesuksesan seperti itu ditiru dan diimplementasikan di industri atau daerah yang berbeda. Jika anda tertarik dan belum mencoba, silahkan baca artikel pendahuluan: To Clone or Not To Clone?

Di artikel itu anda bisa lihat pada grafik ketika Mowares memulai membuat aplikasi sejenis untuk aplikasi pemanggil taksi dan memodifikasinya ke berbagai industri dan kebutuhan spesifik lainnya untuk segmen On Demand Services.

on demand service landscape

Bagaimana Menirunya?

Ada beberapa cara menirunya. Saya akan memberikan daftar poin dan item proses yang perlu anda perhatikan dan lakukan untuk membuat Uber for X sesuai dengan kebutuhan anda. Perlu diingat, anda bisa saja membuat aplikasi yang mirip/sejenis atau berbeda atau unik sama sekali. Sebenarnya anda bisa memulai dengan fokus pada area tertentu seperti memulai di kota anda misalnya.

Yang perlu anda perhatikan dan lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Landing Page: Anda harus punya website yang khusus untuk menangani pelanggan dan penyedia layanan. Isinya adalah halaman registrasi dan info detail tentang layanan yang anda berikan. Untuk mempermudah, anda bisa gunakan platform WordPress. Selain cepat, sudah tersedia theme yang sesuai dengan kebutuhan startup (landing page siap pakai). Dengan adanya landing page, anda sudah  mulai menerapkan konsep lean startup yaitu customer development. Buktikan dengan registrasi yang masuk bahwa terdapat pasar untuk solusi yang anda tawarkan.
  2. Buat Aplikasi Android: Kenapa android? Saat ini Android sudah mengalahkan Iphone dari sisi jumlah gadget dan untuk pasar lokal Indonesia sistem Android adalah pemenangnya. Wajar anda memperhatikan hal ini kalau mau main di pasar lokal. Anda membuat 2 aplikasi. Yaitu untuk pengguna dan penyedia layanan. Beberapa poin penting didalam aplikasi anda:
    1. Menggunakan peta lokasi lokal pengguna menggunakan GPS
    2. Form penerimaan order
    3. Status kerja atau tahapan proses yang sedang dilakukan
    4. Feedback
  3. Backend Service:  persiapkan service ini yang berfungsi sebagai penghubung antara pengguna dan database mobile. Bisa anda pertimbangkan agar bisa diperbesar skalanya sampai tahap tertentu seperti mampu menghandle ribuan bahkan puluh ribuan sesi pelanggan yang terkoneksi ke server.
  4. Web Interface: tidak semua orang menyukai atau menggunakan smartphone. Bahkan ada baiknya anda menyiapkan interface terpisah namun masih terhubung ke database untuk menerima order atau mengatur proses kerja dengan menggunakan web browser/PC. Tambahan yang bagus adalah notifikasi SMS dengan aplikasi SMS Center.
  5. Admin Panel: buat panel admin untuk mengurusi semua kegiatan administrasi dan keuangan
  6. Payment Gateway: Gunakan payment gateway untuk meningkatkan otomatisasi aplikasi anda. Untuk pasar Indonesia sudah ada beberapa penyedia layanan seperti V-Net, Ipaymu, dsb.

Selain segmen pengguna umum, anda juga bisa memperluas pasar dengan memfokuskan diri atau membuat layanan terpisah namun masih dalam satu jenis solusi yaitu untuk segmen perusahaan/bisnis. Biasanya pelanggan jenis ini  meminta akun yang banyak dan dengan panel admin yang mampu menangani order jumlah banyak pula.

Mereka juga bisa anda berikan diskon khusus dan beberapa fitur tambahan yang spesifik. Bagaimanapun pelanggan tipe seperti ini memang mendatangkan keuntungan tersendiri karena volume order yang besar dan konsistensi kontrak kerja yang lebih stabil.

Jual solusi anda ini sebagai platform berlisensi. Itu adalah cara cerdik lain yang bisa menambah peluang monetisasi di awal dari solusi yang anda berikan. Saya sendiri secara pribadi memiliki platform berlisensi yang saya jual kepada pasar perusahaan dengan model SAAS (Software as A Service). Saya melengkapi tidak hanya sistem dan aplikasi, bahkan sampai kepada infrastruktur hardware dan gadget pendukung. Dan saya menggunakan model multi discount sehingga antar perusahaan berbeda tarif sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang diinginkan.

Jika pada tahap awal mulai berjalan lancar, anda bisa mempersiapkan website untuk reseller. Dengan otomatisasi anda bisa memperluas jaringan pemasaran anda. Walaupun berbagi profit, tapi penguasaan pasar dan kompetitor bisa anda raih lebih cepat.

Tahap akhir, jangan pernah abaikan pemasaran, penjualan dan press release untuk produk/solusi anda. Selalu gunakan konsep Lean Startup dengan menguji solusi anda secara berkala (dengan landing page, testing dan pivot, dsb).

Perbaikan akan selalu terjadi karena anda akan selalu berusaha memperbaiki solusi dengan keinginan pasar. Iterasi ini menjadi tulang punggung operasional anda selain pemasaran dan desain ulang yang secara berkala selalu anda lakukan.

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.