Home / Gamedev / Beda Studio Game yang Pro dan Amatir

Beda Studio Game yang Pro dan Amatir

Apa yang membedakan studio game yang amatir dan pro? Apakah hanya bisa diukur dari soal game yang laku secara komersil atau hal lain?

Sebuah studio game yang pro bisa dikatakan dari beberapa hal. Dibanding dengan studio game yang masih amatir, banyak perbedaan yang bisa anda perhatikan. Soal mutu game yang secara komersil laku memang bisa menjadi salah satu hal penting sebagai penanda bahwa game itu masuk kategori pro. Tapi masih ada beberapa fakt or lain lagi seperti yang akan diuraikan didalam artikel ini.

Small Developer
Era membuat game secara individu sudah bisa dikatakan tidak berlaku lagi secara umum. Memang masih bisa, tapi secara profesional mutunya dianggap sulit untuk mendapatkan tempat di pasar komersil. Mungkin ada satu atau dua orang sebagai perkecualian, tapi kita membicarakan studio game secara industri disini. Dan suka atau tidak, seorang game developer individu pun akan berkembang ke arah yang pro dengan menambah jumlah timnya. Jadi ukuran kualitas dan laku secara komersil tidak bisa dijadikan sebagai ukuran mutlak. Masih ada faktor lain yang cukup penting.

Tim Member
Bagaimana dengan jumlah tim? Berapakah jumlah yang bisa dikatakan sebagai tim pro? Banyak perdebatan soal ini, ada yang beranggapan bahwa jumlah tidak mutlak, yang penting adalah produk akhir secara kualitas. Tapi bagaimana kita bisa sepakat soal kualitas, kalau game yang dibuat tidak bisa berkompetisi dengan game sejenis lainnya? Berapa tingkat kemungkinan sukses antara game yang dibuat perorangan atau tim kecil dengan game yang dibuat dengan tim dalam jumlah yang lebih besar? Dimana peranan tiap individu memenuhi role spesifik dalam bidang game development, mulai dari producer, game designer, programmer, artist sampai sound engineer? Tidak selalu menjamin memang, tapi tidak ada yang bisa beradu argumentasi bahwa tim yang lengkap lebih berpeluang membuat game yang kualitasnya lebih bagus dibanding tim dengan kerja rangkap.

Management & Scheduling
Selain game yang laku secara komersil dan jumlah tim yang lengkap, apakah ada faktor lain? Mungkin yang sering dianggap tidak penting adalah faktor manajemen dan scheduling. Sekilas tidak ada korelasi langsung antara kedua hal ini dengan sebuah tim developer yang pro. Tapi jika anda sudah mulai merencanakan untuk membuat tim anda ke posisi pro, maka anda akan mengerti dengan sendirinya.

Game developer yang profesional selalu menuntut sistem manajemen yang profesional pula. Dan manajemen yang profesional selalu ditopang oleh sistem scheduling yang jelas pula. Nah, jika tim anda tidak memiliki scheduling yang jelas dan hasil akhir dari game yang anda buat selalu molor sampai lama, maka tim anda masuk ke kategori amatir.  Produser bertugas untuk mengatur jadwal dan timeline dari produksi game anda. Dan perencanaan yang dibuat dari game designer menjadi salah satu dasar pembuatan schedule dan timeline terkait. Sebagai benchmark, semua anggota tim harus berusaha mengikuti jadwal yang sudah ditentukan sehingga game bisa diluncurkan setidaknya sesuai dengan jadwal yang dibuat. Semua kegiatan ini membutuhkan time schedule dan timeline yang presisi. Jika tidak bisa mengikutinya, atau katakan jadwal yang ada tidak sesuai dengan aktivitas yang dilakukan, maka tim anda bisa dikategorikan amatir.

Ngeles
Banyak game developer yang “ngeles” dengan mengatakan bahwa resources mereka belum memadai, mereka belum bisa sedetail yang diuraikan dalam artikel ini, belum lagi alasan bahwa mereka merencanakan hal itu sesegera mungkin, dsb.. dsb. Tapi alasan adalah salah satu penyakit studio amatir. Studio yang pro akan membuat planning untuk mengatasi hal itu. Rencana dibuat untuk menjadi acuan dari kondisi amatir  sampai ke kondisi pro. Semuanya tertuang dalam rencana yang presisi dilengkapi dengan berbagai antisipasi. Kalau anda dan tim anda memilih cara ini, maka kondisi apapun saat ini dari game studio anda tidak akan menjadi alasan untuk tidak menuju ke kategori pro. Kalau anda masih mencari alasan dan membuat alasan yang logis sekalipun maka anda tetap kategori amatir.

Kesimpulan
Pro atau tidaknya tim anda, lebih ditentukan dari rencana, target dan langkah-langkah yang dibuat oleh tim secara komprehensif untuk mencapai titik dimana target akhir adalah memproduksi game yang sesuai jadwal, sesuai dengan rencana dan timeline yang dibuat, sesuai dengan budget yang dianggarkan, sesuai dengan kualitas yang ditargetkan bahkan diharapkan laku secara komersil sebagai pencapaian akhir. Jika daftar checklist untuk semua poin penting diatas sudah terpenuhi, maka peluang game anda untuk laku lebih besar bukan?

Apakah semuanya sudah terangkum di artikel ini? Sayangnya belum. Masih ada beberapa faktor yang bisa digabungkan untuk melengkapi kategori game developer yang profesional. Akah saya bahas di artikel berikutnya, sampai jumpa…

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.