Home / Edukasi / How to Build a Solid Team and Health Organization for Startup Businesses?
team-work

How to Build a Solid Team and Health Organization for Startup Businesses?

Pada tanggal 13 Oktober lalu saya memberikan seminar kecil di depan peserta Entrepreneurs Club UGM. Diundang sebagai sumber dari Jogja Digital Valley, saya memberikan beberapa insight dari aktivitas startup untuk topik membangun tim yang solid dan sehat.

Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh sebuah startup adalah membangun tim yang solid. Latar belakang founder yang berbeda dan bervariasi baik dari sisi latar belakang dan pengalaman menambah kerumitan yang ada. Memang ditahap awal ini selalu kuat dorongan atau motivasi untuk membangun sesuatu yang baik dan berpeluang untuk besar. Setidaknya itu menurut ide dan harapan dari para founder.

Sayangnya membangun sebuah tim yang solid tidak hanya bermodalkan semangat dan motivasi. Namun butuh keahlian yang mencukupi, dan ada beberapa hal yang perlu dipelajari atau dikuasai sejak dini oleh para pelaku startup. Dalam presentasi saya ini, saya berusaha menjawab pertanyaan dari panitia seminar dan saya tuangkan kedalam slide sepraktis mungkin.

Anda bisa lihat materi slide yang saya berikan dibawah ini.


Ada pertanyaan penting: Bagaimana membentuk tim & struktur organisasi yang solid dalam sebuah bisnis startup agar dapat mencapai tujuannya?

Saya meringkas jawabannya kedalam 5 poin yaitu:

  1. Visi dan Misi Yang Jelas
  2. Keteladanan
  3. Saling Respek
  4. Pikiran Terbuka
  5. Perbaikan Skill

Saya menjelaskannya dengan detail berikut karena didalam slide saya tidak memberikan detailnya:

Visi dan Misi Yang Jelas: Saya memberikan analogi bahwa visi adalah cara dan kemampuan melihat kejauhan, sementara misi adalah kemampuan atau eksekusi dalam tahapan yang lebih pendek dan terperinci. Analogi ini saya kaitkan dengan banyaknya founder yang hanya melihat mimpi (yang jauh) namun gagal melakukan eksekusi atau tahapan kerja untuk saat ini (misi).

Keteladanan: Contoh kepemimpinan tidak hanya dibaca dan ditiru dalam perbincangan, namun lebih tepatnya dilakukan agar dapat diteladani oleh orang lain (co-founder atau staff) serta berdampak dengan mitra atau partner kerja lainnya. Mengetahui yang baik dan benar tidak pernah sama dengan melakukannya dan selalu mengevaluasi yang dianggap masih kurang baik. Hal ini terutama saya maksudkan untuk komunikasi dan manajemen.

Saling Respek: Profesionalisme dibangun sejak dini. Sejak startup berdiri dan  tidak membuat alasan apapun untuk tidak berusaha bekerja dengan semangat saling menghargai. Penghargaan ini akan dimanifestasikan melalui bentuk layanan yang maksimal kepada konsumen pada akhirnya.

Pikiran Terbuka: Setiap startup memiliki fase yang tidak sama baik dari bentuk aktivitas atau kebutuhan yang berbeda pula. Untuk itu, pembelajaran tidak akan pernah berhenti karena memang sudah secara alami para pelaku startup berusaha mencari model dan bentuk yang lebih produktif dan efisien. Hal ini akan berlangsung dengan berbagai masalah yang membutuhkan pikiran terbuka demi mencari solusi untuk pemecahannya.

Perbaikan Skill: Seperti yang diketahui perkembangan teknologi dan organisasi selalu membutuhkan kemampuan manajemen yang terus meningkat. Skill para pelaku startup selalu membutuhkan upgrade secara berkala. Para pelaku yang gagal untuk mengantisipasi ini akan cepat ketinggalan.

Ke-5 faktor diatas menjadi fundamental pembahasan slide saya lainnya. Anda dapat dengan mudah memahami penjelasan yang saya berikan jika sudah bisa menangkap sari pati dari ke-5 poin diatas. Slide yang lain sangat mudah dimengerti karena berisi pokok pikiran utama.

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.