Home / Gamedev / Cry Engine as a Service
CE_newspic_SAAS

Cry Engine as a Service

Wow, pada saat bersamaan, Crytek mengumumkan bahwa Cry Engine akan dibuat dengan model berlangganan.

Saya tidak menduga akan ada kejutan kedua setelah Unreal Engine 4 diberikan dengan model berlangganan. Kini Crytek malah memberikan model yang lebih menarik yaitu dengan harga langganan hanya USD 10 untuk area global dan 10 Euro untuk area Eropa. Dan yang paling menarik adalah: TANPA ROYALTI. Wow.

Siapa yang tidak tahu dengan kecanggihan engine Crytek? Jika anda seorang hardcore gamer, maka nama Crytek sudah menjadi nama resmi untuk grafis realistis. Sudah tidak ada gunanya didebat lagi.

Lalu, persoalannya adalah: bagaimana dibandingkan dengan Unreal Engine dan tentunya Unity sebagai pionir berbasis langganan dan juga penyedia software gamedev gratis yang sukses?

Saya beruntung bisa menikmati kedua engine ini sejak tahun 2012 lalu dan beberapa kali membangun demo level. Sampai saat ini bisa saya katakan bahwa saya sebenarnya memilih UDK (turunan atau saudara bungsu dari Unreal Engine hehehe) karena sudah familiar dengan editornya bahkan ketika masih dalam bentuk sajian MOD Editor untuk Unreal Tournament. Tapi saya juga sempat mencicipi Cry Engine SDK walaupun tidak terlalu lama karena fitur builder/packer untuk final game tidak ada sehingga saya tidak terlalu mendalami engine ini dan hanya bermain-main untuk membuat demo visualisasi saja.

Tapi, melirik fiturnya yang hanya mematok harga 10 USD per bulan dan fitur platformnya lebih luas dari Unreal Engine, dan kelebihannya yaitu TANPA ROYALTI, betul-betul menarik perhatian saya. Bayangkan saja, dibanding langganann Unity yang mencapai USD 75/bulan, bukankah ini merupakan kesempatan emas?

Tapi… ya tidak ada kemudahan tanpa konsekwensi, Cry Engine bukanlah seperti Unity yang sudah terbukti sukses didukung berbagai plugin, marketplace, dan dukungan developer/fans di forumnya. Gabungan ketiga faktor ini masih jauh dibanding Cry Engine menurut saya. Artinya dalam sisi teknis, saya harus akui Unity tetap terdepan. Dan sudah didepan mata bahwa Unity 5 akan segera dirilis.

Walaupun Cry Engine multiplatform, sayangnya masih berpusat di konsol dan desktop based. Dengan kata lain, graphic based hardware. Paling rendah malah hanya Wii dan belum masuk ke Android dan hanya tersedia di iOS untuk platform mobile. Disini Unreal masih menang karena sudah bisa memberikan platform Linux, Android dan iOS. Sayangnya, batasan ke konsol (XBOX dan Playstation) malah mengekang gerak Unreal.

Bagaimana dengan scripting? Hmm… kalau di bagian ini saya tetap memilih Unity yang lebih bervariasi dalam hal feature untuk coding. Non programmer seperti designer akan memilih Unity dibanding Cry Engine yang lebih berorientasi ke programmer. Itulah harganya, sama seperti Unreal.

Dengan kata lain, Unity masih lebih luas memberikan keleluasaan bagi solo developer sekalipun dalam berkreasi. Kalau Unreal dan Cry Engine? Anda harus bermain secara tim jika hasil mau maksimal dan dalam waktu yang relatif lebih cepat.

Tapi, jangan biarkan artikel saya mempengaruhi anda. Cobalah Cry Engine Free SDK dan nikmati kemampuan grafis realistisnya. Mungkin saja engine ini yang anda cari selama ini dan anda mau belajar untuk menguasainya.

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.