Home / Desain Game / Desain Game: Orisinal Atau Follower?

Desain Game: Orisinal Atau Follower?

Jika anda baru masuk ke dunia game development dan ingin membuat sebuah game, mana yang anda pilih? Desain yang orisinil atau latah mengikuti trend desain game yang sudah ada?

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa desain dari sebuah game harus mengejar aspek orisinalitas. Kualitas sebuah game akan turun jika desain yang dibuat sama dengan yang lainnya. Kemampuan developer dianggap tinggi jika desain gamenya relatif baru dan mengusung tema yang belum pernah ada sebelumnya. Apakah ini pilihan yang anda ingin kejar?

Sementara banyak juga yang berpendapat bahwa industri game saat ini adalah industri yang fokus pada bisnis. Dan bisnis tidak melulu mengejar orisinalitas. Malah pada kenyataanya banyak bisnis yang berkembang setelah melihat (lebih tepatnya: meniru) dari produk lain yang lebih dahulu masuk ke pasar. Kalangan ini berpendapat, orisinalitas biarlah diurus pihak pelopor dan selanjutnya jika terbukti laris, maka dibuatlah produk follower dengan sedikit mengubah agar tidak melanggar hak cipta dan masalah hukum lainnya. Sepertinya pilihan ini mudah bukan?

Jika anda baru masuk ke dunia gamedev, maka kemungkinan anda akan mengejar pendapat orisinalitas. Dengan semangat yang membara, anda akan mengejar pembuktian bahwa game anda adalah satu-satunya yang mengusung konsep unik tersebut. Bagus untuk semangat juang, tapi apakah semudah itu pelaksanaannya?

Angry-Birds

Apakah anda tahu bahwa konsep Angry Birds meniru sebuah game flash online? Hanya saja yang orisinil menggunakan tombak dan karakternya adalah manusia? Versi followernya terbukti lebih fenomenal. Lalu apakah model, karakter dan modifikasinya tidak kreatif dan orisinil dibanding game flash tadi?

Perbandingan orisinalitas versus follower bukan hanya sekedar jalan sulit dibanding jalan pintas. Banyak yang bisa kita pelajari dari kedua hal itu. Dan tentunya pelajaran ini akan membantu kita menentukan pilihan sementara. Saya katakan sementara karena dalam dunia desain secara umum, tidak ada yang namanya “baru sepenuhnya”. Semua seakan-akan sudah pernah ada dan hanya modifikasi dari yang sudah muncul sebelumnya.

Secara statistik, pada saat ini sudah semakin sulit menemukan konsep orisinalitas dibanding 2 atau 3 dasawarsa sebelumnya. Mengapa? Pada masa itu internet belum ada. Dengan internet, induksi pemikiran, ide, pertimbangan dan kritik tidak sederas saat ini.  Pada saat itu, ide yang muncul tidak terlalu dipengaruhi oleh ide lain.  Banyak ide unik yang masih bisa muncul dan perbedaan satu dengan yang lain walaupun mirip masih sangat signifikan.

Kini hal seperti itu sudah semakin susah untuk ditemukan. Ide anda mungkin muncul dari kompilasi pemikiran karena anda pernah melihat sesuatu, mendengar, mengalami bahkan kontemplasi yang muncul di benak anda bisa dialami oleh beberapa orang  walaupun tidak pada tempat atau lokasi yang sama. Bandingkan dengan sekarang, kejadian yang sama tadi bisa diekspos dan diketahui banyak orang melalui internet dalam hitungan detik. Banyak kejadian unik bisa diketahui banyak orang lain, tidak hanya ditonton bahkan ditiru dalam waktu yang cepat. Contohnya fenomena Gangnam Style atau Harlem Shake yang sedang trend.

Kembali ke masalah desain game. Pada era 90-an dahulu, para desainer game masih bisa bermain di ladang kreatifitas mereka karena belum banyak yang ada disana. Kini, dengan kemajuan industri game, semua pojok ladang seakan-akan sudah pernah dikerjakan. Semua genre sudah pernah dieksploitasi. Lalu bagaimana menemukan sebuah konsep yang orisinal lagi?

Tanpa bermaksud membuat anda berkurang semangatnya karena isi dari artikel ini, mungkin sebaiknya kita bisa membuat pemahaman baru bahwa saat ini tidak ada yang namanya orisinil 100%. Suka atau tidak, kita harus bisa melihat realitas bahwa banyak ide yang kita yakini orisinil pada mulanya rupanya merupakan sintesa dari beberapa ide lain.

plants-vs-zombie

Konsep Plant vs. Zombie adalah gabungan dari video game yang berbeda plus 1 ide cerita dari film kuno. Hasilnya benar-benar berbeda dan banyak yang mengira video game itu adalah orisinil.

Beberapa pihak mungkin menggampangkan proses ini. Mereka hanya mengubah model tampilan dan karakter dari game, tapi gameplay-nya sama saja. Hal itu ibarat sate kambing diganti menjadi sate ayam tapi bumbunya sama yaitu saus kacang. Apa bedanya ya?

Tapi ada yang melakukan lebih jauh. Selain mengganti daging kambing menjadi daging ayam, saus pun diganti dengan mengubah bahan dasarnya yaitu bumbu rendang. Selain itu ditambahkan juga bahan pendamping lain, yaitu bentuk ketupat menjadi bentuk bulat. Apakah cara seperti ini bisa mempengaruhi penikmat sate? Ternyata banyak yang suka. Mereka menganggap variasi modifikasi itu unik namun tetap berdasarkan konsep yang sama dengan yang sudah mereka pahami.

Apa untungnya dengan mengikuti contoh diatas? Sebagian kritikus menganggap bahwa sebuah konsep orinisil 100% akan mengalami fase “penolakan” di awalnya. Banyak faktor yang beresiko jika model ini diterapkan di industri, termasuk industri game. Nah, model variasi modifikasi tadi lebih survive di pasar. Walaupun gameplay-nya nyaris sama, namun keunikan yang dibuat sedemikian rupa masih menyisakan ruang untuk kreatifitas developernya, sementara disisi lain masih memberi peluang keberhasilan karena produk yang sejenis sudah teruji di lapangan.

Apakah anda setuju? Belum tentu bukan? Ya, memang perdebatan antara orisinil versus follower ini akan tetap berlanjut ke masa depan. Tapi setidaknya anda bisa melihat dari sisi lain dan menentukan di mana posisi anda saat ini. Selamat berpikir….

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.