Home / Edukasi / Game Rating System: Apakah ada manfaat nyata?

Game Rating System: Apakah ada manfaat nyata?

Banyak gamer yang tidak percaya akan manfaat rating game kepada mereka. Memang sekilas rating game tidak terlalu berarti apa-apa selain membantu mengetahui isi konten dari game tersebut. Tapi benarkah demikian?

Pada tanggal 15 Oktober 2017 tepatnya hari minggu pagi, saya diundang oleh panitia dari Kominfo untuk memberikan materi seputar game dan rating system. Dengan judul “Manfaat Indonesia Game Rating System Bagi Kita” isi materi saya berikan dengan ulasan yang ringan namun cukup komprehensif.

Dikatakan komprehensif karena materi game tidak sekedar dikupas dari sisi konten saja, namun juga implikasi psikologis dan juga beberapa contoh kasus nyata seperti kelemahan orang tua jika anak sudah merengek terus menerus untuk main game, dsb. Tentu pemaparan tidak hanya untuk orang tua, tapi juga developer.

Beberapa pihak mungkin mengira kalau IGRS hanya sebuah produk klonengan dari sistem rating seperti yang ada di luar negeri. Tapi kita juga harus paham bahwa tidak semua konten di luar negeri sejajar dan sesuai dengan kultur budaya kita. Jadi harus ada model dan ketentuan akan bagaimana kearifan lokal yang perlu kita jaga.

Disisi lain saya mengandaikan rating system seperti sebuah pisau. Ditangan seorang anak bisa berbahaya, ditangan seorang koki bisa sangat bermanfaat, dan ditangan seorang penjahat bisa menjadi alat kejahatan. Jadi bukan alatnya yang salah tapi itikad dan niat dari penggunanya yang menentukan. Sehingga bisa dikatakan  bahwa adanya IGRS harus diawali dengan pengetahuan dan wawasan yang cukup untuk menerapkannya kedalam kehidupan sehari-hari.

Tidak lupa saya tekankan bahwa yang paling penting memahami IGRS adalah orang tua dan para pendidik. Karena bisa dikatakan merekalah yang paling bertanggung jawab selain paling banyak menentukan arah pendidikan dari generasi muda. Jadi bisa dikatakan IGRS sangat penting diketahui oleh kedua segmen orang dewasa ini.

Bisakah orang tua disalahkan bila mereka tidak paham? Bisakah guru dipertanyakan bila mereka kesulitan mengerti tentang game rating? Saya kira sudah masanya ada perubahan pola pikir diantara mereka. Anak adalah suatu hal yang serius dan perlu mendapatkan perhatian yang penting. Dengan demikian perhatian kepada hal-hal yang menyangkut kepentingan dan aktifitas mereka menjadi penting juga karena pasti ada dampaknya.

Game menjadi salah satu topik kegemaran anak-anak, remaja dan orang tua saat ini. Apakah sudah paham akan efek dari kecanduan dan pengaruh jeleknya selain efek positif tentunya. Untuk itulah pemaparan ini saya berikan agar ada keseimbangan antara asumsi yang mengatakan bahwa game berefek buruk dengan kenyataan bahwa game juga bisa bermanfaat namun bila tidak diatur dengan baik akan berakibat buruk.


 

 

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.