Home / Gamification / Games Mindset: Produktivitas – part 1/2

Games Mindset: Produktivitas – part 1/2

Bisakah kita menerapkan pola pikir bermain game dengan kehidupan sehari-hari? Muncul ide unik di benak saya bagaimana menerapkan mindset gamer kedalam kehidupan nyata dan membandingkannya dengan realita dari game itu sendiri.

Kita biasa membedakan hal untuk bekerja dan bermain. Kedua hal itu kita anggap terpisah dan bertolak belakang. Namun bagi saya tidak selalu begitu saja menerima pendapat demikian. Dulu, sebelum saya membedah pola pikir gamer dalam buku saya “Cerdas Dengan Game” (Gramedia, 2010) saya berpendapat bahwa bekerja itu serius dan game selalu berkaitan dengan kondisi santai atau relaks. Tapi sebenarnya pendapat ini tidak benar sama sekali.

Banyak pekerjaan yang santai namun menghasilkan hasil yang maksimal dan tidak kalah dibandingkan dengan kerja yang dilakukan dengan serius. Bahkan dalam beberapa penelitian dan riset psikologi yang dilakukan ilmuwan ditemukan bahwa beberapa bidang pekerjaan harus dilakukan dengan rileks tanpa mengurangi keseriusannya, contohnya bagian bedah. Kita kira dokter harus super serius ketika membedah, kalau tidak bisa salah potong dia bukan? Hehehe… Tapi anehnya, setelah melalui riset dan penelitian, ditemukan bahwa ada perbedaan signifikan antara dokter yang melakukan pembedahan serius seperti biasa dibanding dengan dokter yang yang membedah dengan musik dan sudah berpengalaman memainkan banyak game konsol atau PSP misalnya, nah looo…

Ternyata musik tertentu (biasanya klasik dan instrumentalia) membuat mood dokter terjaga selama pembedahan yang lama dan kemahiran mereka memainkan game konsol atau PSP menggunakan jarinya berpengaruh juga ketika membedah lebih unggul dibanding dokter yang hanya melatih dengan metode biasa (latihan bedah atau simulator). Jadi bisa dikatakan penggunaan audio dan latihan  gerakan fisik (kinestetik) dengan video game bisa digunakan jadi alat bantu ketika bekerja.

Tapi yang saya bahas disini bukan kondisi seperti diatas. Lebih kepada konsep dan implementasi game itu kepada kehidupan sehari-hari kita sebagai individu umum. Mari kita mulai.

Salah satu masalah yang paling sering tidak disadari oleh kita adalah masalah produktivitas. Sering sekali kita lupa akan output yang kita hasilkan setiap hari dibanding dengan upaya yang kita lakukan. Kita sering terjebak dalam rutinitas. Terkadang kita sadar juga bahwa kita terjebak akan rutinitas ketika kita mendapatkan tugas dan kita tidak berhasil melakukannay sebagai bagian dari tanggung jawab. Diluar itu, kita sering mengabaikan produktivitas terutama kepada diri kita sendiri. Kita lupa bahwa hidup juga ada batasnya. Wow, berat topiknya ya kalau bicara kehidupan? Biar gampang kita gunakan desain game saja ya…

Sebelumnya kita sepakati bahwa konsep ini bisa kita gunakan bagi diri sendiri, bagi tugas dari orang lain, atau bahkan kita bisa menerapkannya ke individu lain yang kita sertakan dalam aktivitas bersama.

Buatlah konsep pembagian hidup ini terdiri dari banyak level. Biar mudah kita ambil kehidupan saat ini  saja. Mungkin level kita bagi kepada level tahunan, bulanan dan harian. Lalu seperti seperti layaknya sebuah level, tentu ada tantangan (challenge) dan hadiah (reward) serta pencapaian (achievement) di setiap level. Bagaimana kalau kita menetapkannya setiap hari? Setiap minggu dan bulan? Pastinya ada target tahunan malah.

Target tidak harus banyak. Bisa saja 1 target dan banyak aktivitas rutin sebagai pelaksanaannya. Jangan langsung merasa keki karena ada rutinitas. Bukankah didalam game juga banyak rutinitas? Coba mainkan FPS yang selalu bergerak sambil membawa senapan walaupun berganti jenis, atau mainkan MMORPG yang selalu menugaskan anda melakukan hal untuk membangun resources sebelum menyerang musuh? Banyak yang mengira bahwa game itu dinamis dan tugas dalam hidup itu monoton. Hehehe, pada kenyataannya  sebenarnya ada kemiripan, hanya kita saja tidak menyadarinya. Mungkin karena pikiran kita sudah terkondisi: kerja itu serius dan bermain game itu santai.

Rutinitas itu kita buat dalam bentuk level harian, sementara tiap minggu ada target tertentu yang harus kita capai. Jadi rutinitas harian tidak menjadi beban karena fokus pikiran kita adalah target mingguan. Nah, sesuai dengan konsep diatas, salah satu target harian saya adalah menulis artikel seperti ini dan sebagai rewardnya saya akan mencari cemilan dulu. Sampai jumpa di artikel berikutnya 🙂

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.