Home / Entrepreneur / Inovasi Model Bisnis
model-bisnis-kanvas

Inovasi Model Bisnis

Banyak pelaku startup yang masih bingung dengan inovasi model bisnis. Maklum saja, karena istilah model bisnis pun sebenarnya masih banyak yang belum mudeng. Saya akan jelaskan dengan sederhana.

Secara mudah, model bisnis adalah semua cara yang digunakan untuk menciptakan, menyampaikan produk atau layanan kepada pelanggan serta menangkap keuntungan yang didapat. Mengapa model bisnis penting belakangan ini? Ternyata dari beberapa kejadian yang aneh tapi nyata, perusahaan raksasa yang yadinya terkenal bisa kolaps dan bangkrut karena tidak ada inovasi model bisnisnya. Wow??

Kebanyakan dari kita masih memandang inovasi itu datang dari sisi teknologi. Artinya penciptaan produk atau layanan baru akan mendorong lahirnya inovasi. Tapi kenyataannya tidak hanya itu saja. Model bisnis juga harus diubah atau diganti agar inovasi bisa melebar dan meluas.

Kita bisa ambil contoh seperti kasus Kodak. Perusahaaan ini gagal melihat masalah pada model bisnisnya. Padahal pada tahun 1970-an pun mereka sudah mengenal teknologi kamera digital. Namun karena mereka tidak bersiap dan mengabaikan fakta bahwa masa keemasan tidak akan berlangsung selamanya, akhirnya Kodak terlindas oleh kemunculan teknologi kamera digital di akhir tahun 1990-an.

Kejadian yang menimpa Kodak, raksasa produsen produk kamera dan film analog menjadi ikon kegagalan inovasi model bisnis di seantero dunia. Kejadian ini membuat banyak pihak mengevaluasi apa yang dimaksud dengan model bisnis dan mengapa inovasi harus terlibat didalamnya. Ternyata keunggulan teknologi harus juga diikuti dengan penyesuaian model bisnis yang inovatif. Jika tidak maka keunggulan teknologi (seperti penemuan teknologi kamera digital oleh Kodak) tidak akan termanfaatkan pada masa yang tepat.

Sudah menjadi kebiasaan kalau pada masa keemasan sebuah sikap mengabaikan muncul. Dan kejadian itulah yang terjadi pada Kodak. Mereka mengabaikan bahwa kondisi tidak akan berlangsung selamanya. Alih-alih bersiap dan melakukan strategi penyesuaian, mereka malah berkeyakinan kalau teknologi kamera analog tidak akan berubah banyak. Dan selanjutnya terjadilah hal yang sebaliknya.

Mengapa Kodak bisa mengabaikan kejadian seperti itu? Padahal secara logika mereka memiliki kemampuan baik finansial dan teknologi untuk melakukan inovasi. Sayangnya, buaian yang meninabobokkan lebih terasa nyaman bagi penentu kebijakan di Kodak.

Mari kita berandai-andai dan mengasumsikan kalau Kodak bersiap meluncurkan kamera digital di era 1980 atau 1990-an. Mungkin kita akan melihat wajah industri yang berbeda dengan saat ini. Kodak mungkin akan seperti Google yang merajai produk internet.

Jika Kodak tidak melihat kamera digital sebagai satu teknologi yang sebaiknya ditunda kemunculannya, atau anggap saja Kodak bersiap melakukan inovasi disaat semua produk kamera dan film analognya sedang dalam masa jayanya, mungkin sejarah buruk kebangkrutan bisa dihindarkan.

Dari kasus diatas bisa diambil beberapa poin seperti:

  • Masa keemasan bukan jaminan kalau perusahaan akan selalu berhasil
  • Inovasi tidak selalu bertumpu kepada sisi teknologi
  • Model bisnis mengalami perubahan sejalan dengan kondisi eskternal

 

 

 

 

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.