Home / Umum / Internet Sehat

Internet Sehat

DULU, KINI dan NANTI

Saya di tag pada foto rekan dari UGM yang mengkampanyekan mengenai penggunaan Internet secara sehat. Sebuah iklan yang sekilas tidak menonjol, toh internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tapi benarkah demikian?

Internet SehatSaya kembali teringat 19 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1994 ketika pertama kalinya saya mencicipi internet. Bahkan pada saat itu, WWW masih sangat lambat diakses. Saya menggunakan modem 14.4kbps… bayangin…

Bahkan di tahun 1994 itupun sudah banyak konten yang negatif di internet. Sebelum internet populer di Indonesia, sudah ada BBS (Bulletin Board System), jaringan komputer yang mirip dengan internet tapi masih berbasis teks. Saya juga salah satu pendiri BBS di kota Medan, Sumut dan juga tergabung dengan BBS lainnya di beberapa kota besar di Indonesia. Didalam BBS itupun sudah ada beberapa konten porno yang sengaja diunggah oleh beberapa user. Pada saat itu kontennya masih sangat sederhana, selain gambar statis juga ada gambar dinamis (biasanya dalam bentuk gif). Pada masa itu, klip video adalah hal yang tidak mungkin. Berbeda dengan sekarang bukan?

Selain pornografi, beberapa materi negatif lainnya seperti teknik mencuri, teknik membobol rumah melalui pembongkaran kunci, sampai teknik intimidasi sudah banyak beredar di berbagai jaringan BBS. Dan ketika WWW mulai populer, konten negatif seperti itu melonjak secara eksponensial. Berbagai tools desktruktif bermunculan dengan banyak sekali. Saya akui, pada masa itu saya juga ikut “mencicipi” berbagai sajian negatif tersebut dan sejak saat itu pula saya mengakui adanya potensi negatif yang besar akan terjadi di masa depan. Saya meramalkan ada 3 bagian yang akan meledak di atas tahun 2000-an atau sekitar 6 tahun setelah saya mengenal internet. Ramalan itu saya bagi tiga:

  1. Pornografi: Bidang ini akan sangat melonjak karena pada tahun 1994 pun sudah menduduki posisi nomor 1 di jaringan BBS internasional untuk bagian jenis file yang ditransfer. Bahkan sistem berlangganan sudah jamak dikenal pada masa itu. Namun di Indonesia masih tidak terlalu populer karena walaupun disukai masih lebih puas menyewa film porno di rental video, juga secara bisnis atau secara “keren”nya tidak terlalu hebat dibanding nomor 2.
  2. Hacking/Cracking: Kaum geek yang pertama menyukai dan menggunakan internet secara aktif, wajar mereka dengan semangat “kebebasan” mencari berbagai topik terlarang. Sialnya, banyak materi seperti itu malah jadi populer. Selain dengan skill, banyak juga yang hanya sekedar pamer dengan menggunakan tools atau teknik terlarang tadi. Jumlah yang murni mencari skill dengan yang berniat menghancurkan malah semakin  jauh berbeda. Hasilnya? Anda bisa lihat sendiri pada masa sekarang ini.
  3. Anarki Stuff: Sejak tahun 1995 saya sudah mendapatkan berbagai informasi terlarang seperti teknik pembuatan bom, senjata rakitan, dan berbagai ilmu berbahaya lainnya. Sampai sekarang penyebaran ilmu berbahaya itu masih tetap mudah dilakukan di internet. Bedanya adalah: tidak hanya ilmunya saja yang ada. Produk jadinya juga ada. Bahkan jaringan organisasinya secara online juga ada.. Ya ampuuuunnn…

Membaca isi poster dari teman saya tadi membuat saya sedikit khawatir. Tahun 1994 saja sudah membuat saya terkejut, bagaimana dengan anak-anak remaja sekarang ya? Kira2 10 tahun lagi mereka bisa seperti apa? Waahhh .. saya tidak suka membayangkan hal-hal yang buruk.. Tapi rasanya saya juga seperti berbohong kalau tidak pernah membayangkan biarpun secara sekilas apa yang bisa terjadi nanti.

Melihat banyaknya kasus masalah seksual pada remaja seperti pemerkosaan, pencurian, pelecehan seks via Facebook misalnya, itu seperti gejala penyakit yang lebih berbahaya di masa depan. Promosi pelacuran anak remaja via FB atau media sosial? Apakah hal seperti ini akan menjadi trend di tahun depan?

Kemudahan akses internet, banjirnya gadget murah, kedua hal itu seakan-akan tidak menjadi berkat bagi kita kalau membayangkan hal negatif diatas. Semakin saya memikirkannya, saya semakin bingung dan khawatir sendiri. Bisakah saya menjaga anak saya nanti dari pengaruh negatif internet? Hmmm…. akhirnya memang terletak pada pilihan kita sendiri. Semangat saya timbul karena menyadari bahwa diri saya sendiri tidak terpengaruh dengan hal negatif di masa lalu. Memang pada saat itu orang tua saya sangat berperan. Tapi saya menyadari sepenuhnya, ketika itu saya memutuskan bahwa hal positif seperti mencari sains, referensi dan berbagai topik bisnis jauh lebih menarik buat saya.  Kenapa hal itu mendominasi? Sepertinya pola asuhan dari orang tua sangat berperan. Sejak saya kecil selalu diajarkan minat baca dan orang tua tidak bosan-bosannya mengarahkan hal positif seperti bermain sambil belajar. Klise memang, tapi terbukti hal itu ampuh.

Jadi, kesimpulannya, marilah kita ikut mengawasi penggunaan internet di keluarga kita. Jangan berlagak cuek dan tidak mau tahu. Tidak usah terlalu rumit implementasinya, cukup dengan sering berdiskusi dan menceritakan berbagai hal positif yang bisa dilakukan dengan internet dengan anggota keluarga.

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.