Home / Entrepreneur / Kick-Off Indigo Incubator 2015

Kick-Off Indigo Incubator 2015

Hari senin, 27 Juli 2015 lalu, resmi dimulai kick-off Indigo Incubator 2015 baik di Bandung Digital Valley (BDV) maupun di Jogja Digital Valley (JDV). Kick-off ini secara resmi memulai berjalannya program inkubasi di lokasi incubator masing-masing.

Melalui postingan blog ini, saya ingin mengenalkan model aktivitas yang ada didalam program Indigo Incubator yang berlangsung sekarang. Harapan saya, teman-teman yang belum beruntung masuk program inkubasi ini dapat lebih mengenal dan bersemangat untuk terus mencoba program pada batch ke-2 dan program berikutnya di masa mendatang.

kick off indigo incubator 2015 - 2

Hari pertama diisi dengan perkenalan akan JDV. Baik pengelola dan admin pelaksana serta mengulang kembali berbagai rule dan kesepakatan antara tenant dan para mentor. Ada 4 startup yang diinkubasi dan mereka semua sudah memiliki mentor 2 pembimbing.

Sesuai dengan program inkubasi, maka setiap tenant akan diberikan co-working space khusus dan tentunya beberapa fasilitas seperti penggunaan gadget, koneksi internet, fasilitas ruang rapat, dsb. Selain itu ada sarana hiburan juga yang bisa dimanfaatkan. Secara singkat, semua startup diharapkan bisa memanfaatkan dan memaksimalkan fasilitas yang ada dalam program inkubasi.

Continuous Learning

Belajar terus-menerus menjadi salah satu motto tidak tertulis di dalam program inkubasi Indigo. Dengan penerapan Lean Startup maka tidak bisa dihindari bahwa fase belajar menjadi satu kesatuan dalam tiap aktivitas untuk proses validasi yang berkesinambungan.

Salah satu contohnya adalah pada hari kedua yaitu hari ini, dimana para startup berkumpul bersama dan mendengarkan pemaparan dari mas Syaful Rizky yang dipercaya membawa topik Agile Development. Seperti yang mungkin anda ketahui, penggunaan metode Agile dan SCRUM ditengarai cocok untuk para startup. Untuk referensi tambahan mengenai kecocokan ini, silahkan baca artikel berikut: Pengembangan Produk Startup Cocok Menggunakan Metodologi Agile dan SCRUM – Daily Social.

skype session

Sebagai tambahan info, pada fase ini perjalanan para startup bukan jadi lebih mudah. Banyak pelajaran yang harus diolah dan diimplementasikan kedalam aktivitas mereka, baik ketika mendevelop produk maupun untuk fase pengembangan bisnis lainnya. Dan disinilah peran mentor yang ikut membimbing mereka.

Selain mentor residen, akan ada pula mentor dari tingkat nasional dan juga internasional. Indigo Incubator mereferensikan programnya dengan rujukan gaya Silicon Valley. Tentu ada modifikasi disana sini untuk penyesuaian dengan kondisi lokal kita. Namun Telkom menyadari bahwa visi jangka panjang – walau tidak mudah – adalah membangun infrastruktur keseluruhan dengan diawali dasar program  dengan arah yang jelas yaitu ke pasar global.

Peluang Langka

Ya, saya menyebutkan bahwa siapapun yang lolos masuk kedalam program Indigo Incubator adalah startup yang beruntung. Bayangkan saja, pada batch tahun 2015 ini, ada lebih dari 690 startup yang mendaftar dan yang lolos hanya 16 saja.

Pemberian dana dalam 2 tahap dengan total 250 juta rupiah per startup adalah bantuan yang sangat signifikan di awal startup. Saya memang mendengar beberapa startup yang mengatakan bahwa jumlah itu kecil, tapi perlu diketahui, jumlah 250 juta rupiah untuk fase Seed Funding seperti Indigo Incubator sudah cukup besar sebenarnya. Saya kira memang selalu ada startup yang berpola pikir “bounty hunter” yang hobby mengejar pendanaan dibanding membuktikan dengan baik bahwa produknya survive dan sukses.

Selama 6-7 bulan yang terbagi dalam 2 tahap yaitu fase Product Development dan Business Model Development, semua startup diberikan target berdasarkan metrik tertentu yang wajib diupayakan agar tercapai setiap rentang waktu yang telah disepakati.

Disinilah sebenarnya ujian yang paling penting bagi pembuktian apakah startup itu memang bisa berhasil atau tidak. Tahapan selanjutnya dari fase seed ini adalah fase accelerator yang sudah memiliki program tersendiri juga yaitu DBA Accelerator. Jika pada fase inkubasi awal ini berhasil, maka akan dikompetisikan lagi untuk bisa ikut pada fase akselerasi tersebut.

Apa syaratnya untuk bisa berhasil ditahap inkubasi awal ini? Saya akan paparkan pada artikel-artikel berikutnya.

Semoga dengan pemaparan seperti ini, teman-teman startup yang masih semangat bisa terobati sedikit dan semakin terpecut untuk terus menggali potensi ide baru, atau memoles produk yang sudah dimulai. Masih ada peluang di fase berikutnya…

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.