Home / Entrepreneur / Libur Itu Penting Bagi Founder

Libur Itu Penting Bagi Founder

Beberapa lama menjadi mentor sekaligus manajer di Jogja Digital Valley otomatis membuat saya banyak berinteraksi dengan founder startup. Selain bersemangat, banyak juga yang kelelahan bahkan mengalami fase fatique. Tidak ada yang suka dengan kondisi kelelahan seperti itu, tapi memang tidak bisa dihindari sepenuhnya.

Tidak mudah menjadi seorang founder startup, apalagi jika startup tersebut tidak didanai atau masih menggantungkan sepenuhnya dana dari diri sendiri.  Untuk menghemat dana, founder dan co-founder lainnya cenderung bekerja keras bahkan sering melebihi batas kemampuannya. Suka atau tidak memang pada fase awal pilihan ini yang tersedia dan sulit untuk dihindari.

Pada fase ini pula banyak startup mulai masuk ke fase mati sebelum berkembang. Terlepas dari motivasi dan semangat yang membaja, jika tidak berhati-hati kondisi kelelahan bisa menjadi faktor pendukung seorang founder untuk berhenti dan menyerah.

Untuk itu seorang founder butuh sebuah bentuk aktivitas cuti atau liburan. Tidak melulu berupa berpesiar atau melancong serta bersantai sepanjang hari tanpa melakukan apapun, liburan yang saya maksudkan malah berbeda.

Liburan yang saya anjurkan berupa:

  1. Santai Sejenak: Ya, tidak ada yang salah jika secara berkala mengambil waktu rehat di siang hari atau ketika akan pulang ke rumah. Berbincang dan diskusi tidak selalu harus serius dan topik penting, tapi bisa diisi dengan tanda dan ledekan kepada teman sembari ditemani secangkir kopi atau minuman dingin. Memberi pikiran sebuah kondisi rileks malah akan memotivasi mental karena tubuh kembali segar dengan gelak tawa. Atmosfir komunikasi memang dibutuhkan pada kondisi ini.
  2. Aktivitas Akhir Pekan: kenapa tidak membuat aktivitas bersama di akhir pekan? Setidaknya 2x sebulan? Bisa saja berupa olahraga bersama, hangout bareng di cafe, dsb. Bisa jadi pelepas ketegangan masalah di kantor dan mengembalikan komunikasi tim ke titik cair yang berbeda dengan suasana kantor.
  3. Menulis: Salah satu obat stress yang  baik adalah menulis. Topik apapun bisa jadi pilihan. Bisa saja menjadi alat pelampiasan yang baik untuk melihat masalah yang dihadapi dengan lebih jelas (model review dan analisa kasus) atau memancing relaksasi (menulis non fiksi topik lain misalnya). Selain baik bagi otak, menulis adalah satu olahraga pikiran yang dianjurkan agar kita melatih kesiapan mental komunikasi tetap baik.
  4. Memanjakan Diri: Walau tidak ada dana yang melimpah, memanjakan diri bisa dilakukan dengan banyak cara. Berjalan-jalan dengan di taman kota, pantai, ke pedesaan, bahkan ke panti asuhan. Memanjakan diri adalah kegiatan memberi badan dan jiwa kita akan kegiatan yang relatif berbeda dan menyenangkan. Meliburkan diri dari kegiatan rutin dan menggantikannya dengan kegiatan yang baru, santai bahkan cenderung memiliki emosi dapat menyegarkan semangat.

Kunci keberhasilan suasana santai/liburan diatas adalah melakukannya secara teratur dan konsisten. Sama saja dengan olah raga, makan dan tidur, kegiatan liburan akan maksimal jika dilakukan teratur. Dengan demikian maka kemungkinan kelelahan akan bisa ditekan rendah. Otomatis semangat dan motivasi lebih tinggi dibanding bila tidak diatur sedemikian rupa.

Memang banyak faktor yang membuat seorang founder sukses, namun liburan adalah cara yang betul-betul bisa kita kuasai dan lakukan sendiri tanpa terpengaruh faktor luar lainnya.

Dengan liburan maka emosi, semangat dan fisik anda akan lebih kuat. Melakukannya secara konsisten lebih menjamin kestabilan mental anda dalam jangka panjang dan tentu mempengaruhi kepemimpinan dan operasional startup anda bukan?

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.