Home / Edukasi / Membuat Produk Yang Salah – Learn From Failure Series

Membuat Produk Yang Salah – Learn From Failure Series

Salah satu kesalahan startup yang masih sering terjadi adalah membuat produk dengan dasar yang salah. Banyak startup yang membuat produk atau solusi karena dirasa menarik dan bukan karena ada kebutuhan pasar. Sebagai individu geek, para pelaku startup biasanya memfokuskan diri kepada hal yang menarik perhatiannya. Pendekatan itu kurang cocok karena solusi itu bukan ditujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tapi lebih kepada memenuhi kebutuhan diri pelakunya.

Besarnya persentase kegagalan ini cukup besar secara statistik, lebih dair 40% dan dapat dikategorikan sebagai penyebab pertama terbesar kegagalan sebuah startup.

Penyajian model solusi yang diberikan sangat berperan besar disini. Contohnya pada satu kasus dari startup bernama Patient Communicator yang pada akhirnya tidak berhasil membuat produknya. Mereka menyatakan bahwa ternyata mereka akhirnya menyadari bahwa ketiadaan pelanggan dari produk mereka diakibatkan karena tidak ada yang tertarik dengan model solusi yang ditawarkan. Mereka membuat solusi untuk efisiensi di bidang pelayanan kesehatan padahal yang dibutuhkan dokter adalah banyaknya pasien yang muncul. Ternyata efisiensi yang diberikan via solusi mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan itu.

Sebagian lagi dari startup ternyata tidak membuat solusi yang bisa diperluas. Dalam artian ternyata solusinya terlalu spesifik dan hanya digunakan sebagian kecil dari pangsa pasar yang disasar. Jadi  memilih masalah dengan jumlah calon pengguna yang cukup besar harus diperhitungkan sejak awal. Setidaknya secara statistik mampu untuk dicapai dalam waktu yang tertentu dan diperlebar dalam skala tertentu pula.

Teknologi yang mumpuni, data yang cukup, penasehat yang baik serta reputasi yang memadai tetap tidak menjamin  keberhasilan sebuah startup jika sejak awal tidak bisa memiliki model bisnis yang bisa diperbesar.

Pelajaran Yang Bisa Didapat:

  1. Pusatkan perhatian kepada masalah yang dihadapi pelanggan atau target pasar startup anda
  2. Lebih berorientasi kepada solusi utama agar masalah terbesar dari  calon konsumen bisa diatasi
  3. Pastikan penambahan fitur dibuat untuk memastikan solusi terpecahkan, bukan membuat pelanggan agar lebih tertarik
  4. Jangan lupa memperhitungkan jumlah dari target pasar. Bagi kedalam beberapa tahapan sebagai pengukuran dan tingkatan pengujian ketika akan dilakukan kegiatan GOOTB

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.