Home / Gamedev / Memilih Game Engine Yang Sesuai – 1 dari 2

Memilih Game Engine Yang Sesuai – 1 dari 2

Ok, masih seputar game engine yang menarik untuk dibahas. Mengapa tidak, pengumuman dari Epic dan Crytek membuat banyak developer melirik ke trend game engin saat ini.

Tapi saya tidak mau masuk ke masalah terlalu teknis di artikel ini dan lebih kepada masalah bagaimana memilih game engine yang sesuai. Banyak developer yang saya lihat salah membuat kriteria ketika akan memilih game engine. Jangan terpengaruh dengan featured image yang saya tampilkan yaitu UDK vs Unity. Item pemilihan yang saya berikan dibawah ini bisa anda gunakan untuk game engine lainnya dan tidak terbatas untuk Unity dan UDK saja.

Ok, saya batasi ke 3 game engine yang sedang in saat ini yaitu Unity, UDK dan CryEngine. Yang utama saya bahas adalah software versi berbayar dan bukan versi gratisnya karena konteks artikel ini adalah software non-gratis. Tapi kita senggol dulu yang gratisan karena banyak orang mulai dari gratisan.

Software GRATIS
Ketiga game engine ini memiliki versi gratis masing-masing. Walaupun begitu pilihan saya masih tetap ke Unity karena kelengkapan fitur yang dimiliki secara keseluruhan. Memang tidak adil  hanya melihat fitur wow yang dimiliki kedua engine lain. Terus terang dari bagian kemampuan grafis, Unity kalah dibanding kedua engine tadi. Namun jangan lupa, untuk fitur gratis, Unity tidak kalah bahkan bisa mengalahkan kedua engine tadi karena gratis yang diberikan Unity tidak sama dengan gratis yang diberikan oleh kedua engine lainnya.

Misalnya, sampai saat ini, Cryengine masih bermasalah dengan launcher dan konsep login yang masih ada sampai saat ini masih dianggap mengganggu. Disisi lain UDK lebih baik, tapi masalahnya adalah keterbatasan genre gameplay UDK dibanding dengan Unity. Anda bisa mengubahnya tapi tidak semudah Unity yang dengan praktis bisa membuat game 2D maupun 3D dengan genre yang bervariasi.

Gratis hanya satu item awal yang bisa mempengaruhi anda. Tentu banyak developer pemula akan melihatnya sebagai satu faktor awal ketika mau memilih game engine. Kini kita masuk ke faktor penentu lainnya.

Games Yang Diproduksi
Jika anda membandingkan CryEngine dan UDK maka UDK akan menang diatas CryEngine yang hanya membuat beberapa game saja sejak tahun 2007. UDK sudah ada sejak lama dan terus bertahan, bahkan saat ini mereka malah lebih fokus mengembangkan sofware UDK agar terus dengan dengan komunitas developer. Bandingkan dengan CryEngine yang belum digunakan oleh banyak game dibanding UDK. Efeknya secara tidak langsung adalah ketersediaan tutorial, resources dan berbagai faktor penunjang lainnya.

Saya sendiri melihat perkembangan CryEngine lambat dibanding UDK. Walaupun saya mengakui bahwa CryEngine selalu membuat saya takjub dengan fiturnya, namun setelah 3 tahun berlalu saya bisa memastikan bahwa progress dari CryEngine jauh tertinggal dibanding UDK. Khususnya di bidang dokumentasi dan tutorial. Dua hal yang sangat membantu kepopuleran dari sebuah game engine di mata developer. Lihat saja nasib Shiva3D atau game engine lainnya, banyak yang ditinggal karena 2 faktor penting ini selain faktor lain tentu saja.

Melihat dengan faktor games, maka Unity tidak kalah, bahkan Unity sudah bisa mengalahkan jumlah game yang dibuat oleh Crytek. Namun bila anda membandingkan fiturnya, maka Unity bukanlah kelas tanding dari UDK dan CryEngine. Lalu mengapa saya membahasnya juga? Sederhana saja, Unity saat ini sudah menjadi engine terpopuler yang digunakan banyak developer di seluruh dunia. Faktor multiplatform memang menjadi unggulan Unity dibanding dengan engine lainnya.

Secara sederhana, jika anda ingin membuat game khusus ke Web dan platform mobile maka Unity adalah jawabnya. Namun kini UDK dan CryEngine sudah tersedia juga di platform lain walaupun tidak seluas Unity. Hanya saja, multiplatform memang mendukung, tapi kebutuhan minimum dari masing-masing engine turut berpengaruh.

Harga Lisensi
Inilah yang membuat Unity jauh didepan dari kedua engine lainya. Unity membuat trend dengan menjadi pionir game development gratis dengan fitur lengkap. Unity Pro bisa jadi pilihan utama setelah Unity Free digunakan sekian lama. Strategi ini sangat sukses membawa Unity ke kancah persaingan game engine yang sangat kompetitif.

Tampil dengan fitur lengkap dan gratis tetap membuat UDK agak tertinggal karena UDK memerlukan spesifikasi komputer yang jauh lebih tinggi, kebutuhan kartu grafis yang tinggi juga. Crytek lebih bermasalah lagi dengan CryEngine yang hanya tersedia dalam model sandbox pertama kali. Walaupun kini sudah semakin baik, namun saat dulu harga lisensi kedua engine anyar ini sangat mahal dan jauh dari jangkauan kantong indie developer.

Ketika Unity sukses dengan software gratisnya, maka perlahan UDK ikut dan CryEngine juga. Saat ini anda sudah bisa menggunakan ketiga software itu dengan gratis.

Kini kita bahas harga lisensi terkini. Saya rasa UDK bisa menjadi juara, karena biaya langganan perbulan mencapai USD 19 dan dengan batas royalti 5% dari penjualan, sementara Cryengine hanya dengan USD 10 dan tanpa royalti. Sekilas lebih murah CryEngine, tapi jujur saja saya tidak yakin dengan fitur update berkala yang selama ini selalu secara konsisten dilakukan UDK dan Unity tapi tidak dengan CryEngine. Dan sampai saat ini, pihak Crytek hanya berjanji akan membuka CryEngine sebagai EaaS (Engine as a Service) sejak Mei 2014 nanti. Saya tidak terlalu yakin karena selama ini CryEngine selalu kurang akan dokumentasi dan tutorial, dengan perkataan lain, kurva belajar UKD dan Unity sudah terbukti jauh lebih cepat dibanding CryEngine yang masih sangat minim dokumentasi lengkap.

Untuk versi berbayar, kini Unity malah  menjadi biang kerok karena masih bertengger di kisaran USD 75 per bulan. Dan bagi startup, biaya ini cukup mahal. Tapi Unity cukup lihai menyikapinya karena sudah memberikan Unity versi free kepada publik sehingga efek dari mahalnya versi Pro tidak berdampak kepada indie studio yang kecil.

Saya harap anda sudah bisa melihat beberapa faktor yang harus anda perhatikan ketika memilih sebuah game engine. Artikel ini belum selesai, dan akan saya sambung di bagian kedua.

 

 

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.