Home / Edukasi / The Open Mind Founder

The Open Mind Founder

Beberapa kali saya bertemu dengan seorang founder startup yang persistent sekaligus keras kepala. Walau pada kondisi tertentu hal tersebut memang dibutuhkan, tapi saya juga sering melihat kondisi tersebut sering disalahartikan. Bahkan ada kasus kalau sifat itu malah menjadi dikedepankan karena dianggap menjadi keunikan sendiri. Sayang, sama sekali jauh dari tujuan sebenarnya.

Dalam tujuan mencapai kesuksesan, sifat persistent atau pantang menyerah memang akan sangat membantu. Terutama pada saat-saat yang kurang menguntungkan. Terkadang kondisi riil seperti itu menjadi lawan ketika tidak ada satupun faktor eksternal  yang mendukung langkah yang kita lakukan sebagai seorang founder. Namun, sifat keras kepala akan membantu kita tetap fokus dan menahankan derita selama melewati waktu “gamang” tersebut. Terlepas dari berhasil atau tidak, pengalaman bertahan selama masa-masa menyakitkan akan membawa pengalaman dan keunikan tersendiri yang akan menempa mental seorang founder.

Lalu kapan sifat persistent dan keras kepala itu menjadi bumerang yang tidak menguntungkan seorang founder? Jawabnya secara sederhana adalah ketika founder tersebut menerima saran, kritik maupun keluhan dari orang lain diluar dirinya. Bisa saja co-founder, staff, kustomer maupun kompetitor.

Sering kali seorang founder berharap agar orang lain memuji langkah yang diambilnya. Memang secara psikologis semua manusia secara logis mencari pujian atau masukan positif. Tapi kita tahu, ibarat analogi akan obat, rasa pahit itu menandakan manfaat yang tersembunyi dari khasiat yang dimiliki. Jadi kita harus bisa melihat sisi yang tersimpan atau ada dibalik masukan, kritik atau keluhan orang lain kepada kita.

Lalu apakah kita tidak bisa menerima pujian? Bukan itu maksudnya. Tapi kita belajar untuk bisa menerima baik masukan negatif maupun positif demi kelangsungan usaha yang sedang dibangun. Pemikiran positif inilah yang akan membantu para founder melihat sisi lain dari dirinya dengan lebih jujur dan berimbang. Sering ego dan pemikiran yang terfokus ke hal tertentu menutup diri kita untuk menerima masukan yang bagus dan lebih mendukung langkah yang sedang kita lakukan.

Ya, tentu kita juga tidak langsung menerimanya tanpa melakukan analisa. Yang perlu diperhatikan adalah, kecenderungan seorang founder untuk menutup dirinya karena terlalu percaya diri dan terfokus ke hal spesifik. Dengan menjaga pemikiran untuk  menerima masukan dari orang lain, kita sedang menjaga keseimbangan dalam bisnis itu sendiri. Seorang leader akan lebih berhasil ketika tetap menjaga pandangannya keseluruh lini dengan tetap memprioritaskan hal tertentu.

Kapan sebenarnya kita bisa menyadari bahwa sifat keras kepala itu mulai menganggu? Tidak ada yang tahu pasti karena tiap orang bisa berbeda menerima dan bereaksi. Namun beberapa yang sering muncul adalah pemikiran yang muncul berulang dan menganggu pemikiran yang sebelumnya sudah kita yakini. Tidak ada salahnya mengevaluasi ulang pendapat/keputusan atau penilaian yang sudah dilakukan.

Ciri lain adalah ketika kita mendengar beberapa pihak menyuarakan hal yang senada atau mirip. Itu sebenarnya bisa diartikan bahwa kita harus memperhatikan hal itu lebih baik lagi dan jangan diacuhkan.

Hal lain yang bisa dijadikan penanda adalah ketika proses yang sedang berjalan menjadi lebih lambat, terhalang atau lari dari rencana yang dibuat sebelumnya. Mungkin adalah hal yang tepat jika dilakukan evaluasi ulang baik secara cepat atau komprehensif sekaligus.

Memang menganggap diri kita adalah pribadi yang terbuka lebih mudah diucapkan daripada kenyataan yang terjadi. Tapi sebagai seorang founder, selalu menjaga masukan dan kritikan adalah salah satu bentuk validasi dari aktivitas yang dilakukan. Secara tidak langsung data yang diterima sebagai masukan adalah semua hal yang sebaiknya dianalisis menurut skala prioritas.

Bukan sedikit founder yang saya lihat akhirnya menyesal karena tidak terbuka pikirannya sejak awal. Memang keterbukaan pikiran membutuhkan waktu dan proses mental tertentu. Tapi yakinlah bahwa semua orang memang harus melalui dan banyak yang sukses melakukannya.

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.