Home / Gamedev / Peluang Advergames di Indonesia

Peluang Advergames di Indonesia

Melihat kompetisi yang sangat sengit di bidang gamedev, apakah masih ada ceruk pasar yang bisa digarap? Apalagi untuk area lokal Indonesia? Mungkin Advergames adalah jawabannya.
[sociallocker]Anggaran iklan nasional meningkat tajam di tahun 2013 ini, walaupun masih berpusat ke sektor iklan televisi, namun anggaran iklan secara nasional meningkat dibanding tahun 2012. Selama tiga tahun berturut-turut rata-rata 20% per tahun. Dikutip dari harian Bisnis Indonesia tanggal 4 Desember 2012: “Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) memperkirakan belanja iklan tahun depan bakal mencapai sebesar Rp115 triliun, seirinh meningkatnya transformasi industri periklanan berbasis digital.”

Dibanding negara lain yang hanya tumbuh sekitar 3,8%, pertumbuhan iklan nasional sangat potensial dan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor periklanan sangat baik. Lalu apa hubungannya dengan peluang advergames yang dibahas artikel ini?

Blue Ocean Strategy

Sebenarnya penerapan advergames bukan hal baru di Indonesia. Sejak tahun 2005 sudah cukup dikenal dan terus mendapat porsi yang lumayan di industri periklanan. Masalah yang terjadi adalah, sebagian besar developer memilih untuk masuk ke sisi kompetitif (mobile games, online games, dsb). Sedikit yang melirik advergames.

Apakah advergames tidak menjanjikan? Terbalik dengan yang diperkirakan game developer pada umumnya, advergames masih memiliki peluang besar untuk digarap. Coba kita analogikan dengan model “Blue Ocean – Read Ocean Strategy” yang ditulis oleh Renée Mauborgne dan W. Chan Kim (terbit tahun 2005). Persaingan yang sangat keras disisi platform mobile games komersil seperti Googleplay ataupun Appstore sering membuat persepsi yang berbeda dengan yang sebenarnya. Anda mengira peluang pasar di kedua platform itu yang paling cocok untuk Indie Gamedev? Ceruk pasar model advergames menawarkan lebih, apalagi untuk pasar lokal

Implementasi Blue Ocean Strategy bisa kita analogikan dengan pasar global versus pasar lokal, bahasa Inggris versus Bahasa Indonesia, budaya global versus budaya lokal yang sudah akrab dengan masyarakat, bahkan pada fokus utamanya adalah pelanggan global versus pelanggan lokal. Perusahaan produk global maupun lokal akan membidik konsumen lokal untuk produk mereka yang beredar di Indonesia. Pendekatan advergames sangat cocok untuk kondisi seperti ini.

Promosi Brand di Pasar Lokal

Brand yang akan dipromosikan bisa  saja merek global. Tapi untuk mendekati pasar lokal dibutuhkan pendekatan lokal, strategi khusus dengan mengenal potensi konsumen yang unik dan berbeda dengan pasar global. Disini peran gamedev lokal yang lebih memahami pola pikir konsumen lokal, karena mereka juga adalah konsumen di lokal Indonesia. Mulai dari desain, kustomisasi, sampai gameplay pun bisa diselaraskan dengan “cita rasa” lokal , sehingga target konsumen yang diincar lebih tercapai.

Jika ditanya, semua perusahaan di Indonesia kini sibuk mempromosikan brandnya ke pasar lokal. Konsumen di Indonesia bahkan sudah menjadi incaran perusahaan global.  Besarnya segmen pasar, khususnya pasar remaja dan anak muda usia 20-30 tahun semakin membuat berbagai  perusahaan saling berebut mengejar target kue pasarnya. Biasanya segmen yang melek teknologi ini lebih mudah didekati dengan promosi yang dibalut sisi teknologi. Dan disinilah advergames bisa memberikan kekuatannya.

Yang Dibutuhkan

Kini yang dibutuhkan adalah perubahan mindset untuk melihat sisi tersembunyi dari peluang pasar ini. Tidak mudah memang, tapi faktor positif lainnya adalah pemain advergames masih sedikit dan pasarnya masih terbuka luas. Jangan lupa bahwa brand yang akan dipromosikan semakin banyak dan semakin sengit. Secara hitung-hitungan ekonomis, perusahaan game seharusnya melihat ini sebagai peluang besar.

Disisi negatif, sebenarnya tidak cocok dibilang negatif, karena yang terjadi di lapangan adalah kurang banyak pemain yang masuk ke pasar advergames. Suka atau tidak, perusahaan game development harus ikut mengedukasi pasar. Jangan hanya meminta potongan kue dari anggaran iklan, tanpa mau sibuk berbenah dan merias sektor advergames ini secara bersama-sama.

Jadi tunggu apalagi, kenapa studio game anda tidak mencoba masuk ke lautan biru advergames?…

[/sociallocker]

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.