Home / Entrepreneur / Pitching Checklist

Pitching Checklist

Sebuah pitching bisa direkayasa sedemikian rupa sehingga membuat impact yang lebih besar. Banyak sekali pelaku startup yang terkesan sepele dengan
proses pitching. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah mereka kekurangan knowledge yang tepat untuk itu!

Biz PlanProses pitching memang tidak mudah. Anda perlu mempersiapkan beberapa hal untuk membuat pitching anda menjadi sukses. Tanpa persiapan yang matang maka anda akan blunder sendiri. Dibawah ini beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan untuk kesuksesan pitching anda:

  1. Persiapkan slide presentasi dengan baik. Isi dari presentasi anda sebaiknya to the point. Hargai waktu yang diberikan oleh panitia juri. Latih diri anda dalam mempresentasikan materi pitching, tapi buat dalam 2 mode setidaknya untuk mengantisipasi jika anda gugup. Mode pertama adalah mode normal, biasanya berkisar 10 menit, ini jika waktu yang diberikan kepada anda sekitar 10 menit. Tapi berlatihlah juga jika anda diberikan waktu 5-7 menit saja. Dengan mempersiapkan waktu sesingkat itu, anda tidak akan nervous jika kondisi di lapangan tidak sesuai harapan. Presentasi sebaiknya berkisar 10-13 slide. Saya akan membahas di artikel lain mengenai slide ini dengan lebih detail.
  2. Pilih presenter terbaik di tim anda. Jangan egois, tidak selamanya pimpinan tim menjadi ujung tombak dalam presentasi. Jika skill tidak mendukung, pilih anggota tim yang paling cocok. Dampingi presenter untuk menjaga moral dan semangatnya.
  3. Fokus kepada materi pembuka, materi inti dan penutup. Latih kepada materi utama / slide utama dimana anda menunjukkan kemampuan dan kelebihan dari produk anda, juga analisa bisnis dan materi penting lainnya. Sisa materi atau presentasi lainnya bisa saja anda skip jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan.
  4. Antisipasi kondisi buruk. Bisa saja latop ngadat, materi presentasi tidak berjalan dengan baik, microphone rusak, dan segala macam kondisi aneh lainnya. Siapkan kekuatan storytelling untuk mengantisipasi keadaan tersebut. Disini pendamping anda bisa berperan menyiapkan laptop cadangan segera yang memang sudah anda persiapkan. Sebaiknya anda memang menggunakan laptop sendiri dan tidak mengandalkan peralatan panitia. Latih jika kondisi buruk terjadi, walaupun jarang, melatih mental untuk kondisi tidak terduga mampu menambah moril anda.
  5. Persiapkan video demo. Kecuali memang dipersyaratkan, sebaiknya anda menghindari demo langsung di depan juri/calon investor. Masalah bisa saja terjadi dan anda terperangkap didalamnya. Dengan demo video, anda meminimalkan masalah. Namun sebaiknya anda menanyakan apakah mereka ingin melihatnya sekarang atau nanti.
  6. Review pitching anda. Minta pendapat, kritik dan saran dari pihak yang anda anggap memiliki kompetensi untuk menilai presentasi anda. Caranya mudah, rekam presentasi anda dalam bentuk video dan minta pendapat mereka. Jika memungkinkan lakukan beberapa kali sampai saran dan kritik mereka anda adopsi dan anda benar-benar melihat hasilnya dengan baik. Tidak ada yang lebih baik dari latihan, selain meningkatkan kemampuan presentasi anda, moril dan keyakinan anda juga akan meningkat. Banyak pelaku startup yang tidak melakukan langkah ke-6 ini berulang kali.

Enam poin diatas memang tidak akan memastikan bahwa proses pitching anda akan sukses. Masih ada checklist yang lebih detail dari poin diatas. Ke-enam hal itu adalah sebagai intro atau awal dari proses pitching yang sebaiknya dipersiapkan secara serius oleh pelaku startup.
Memang ada yang melakukannya, namun hanya 1 atau 2 kali saja. Padahal melatih kemampuan pitching itu sebaiknya dilakukan beberapa kali agar
semakin terlatih.

Di artikel selanjutnya saya akan membahas mengenai checklist untuk presentasi dengan lebih mendetail. Banyak startup yang gagal menjawab pertanyaan seputar strategi bisnis, cara mendapatkan uang, bisnis model, dsb. Umumnya pertanyaan seputar “business topics” sering tidak bisa diantisipasi oleh pelaku startup. Banyak yang terlalu fokus kepada teknologi, fitur produk dan data statistik global. Padahal juri/investor ingin lebih tahu dari hal umum seperti itu.

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.