Home / Self Improvement / Produktivitas
productivity

Produktivitas

Bagaimana Meningkatkannya?

Banyak pribadi yang selalu bermasalah dengan produktivitas. Mereka biasa mengeluhkan bahwa merasa dirinya seperti tidak menghasilkan apa-apa padahal dari sejak pagi atau masuk kantor merasa sudah mengerjakan banyak hal dan seperti dikejar waktu terus. Sampai akhir masa kerja lalu pulang ke rumah namun tetap merasa tidak produktif. Mengapa?

Saya memiliki beberapa tips yang sudah saya praktekkan sendiri beberapa tahun belakangan ini, dan hasilnya cukup lumayan. Menurut saya, cara yang saya uraikan dibawah ini cukup mudah dan bisa diimplementasikan siapapun, tanpa terpengaruh gender, umur maupun jenis pekerjaan. Kalau anda merasa produktivitas anda kurang maksimal, mungkin sebaiknya anda mencobanya. Siapa tahu anda bisa merasakan manfaatnya.

Saya hanya membuat beberapa poin tips berikut:

  1. Buat Daftar Tugas Prioritas
  2. Kerjakan Yang Paling Penting Terlebih Dahulu
  3. Disiplin Dengan Daftar Tugas Tadi

Kita lihat uraian yang lebih detail…

Buat Daftar Tugas Prioritas

Mungkin terdengar klise, tapi kita selalu menganggap otak kita pintar dan ternyata memang TIDAK pintar (seperti yang sudah anda duga ketika membaca kalimat awal tadi). Manusia sering dihinggapi penyakit lupa walaupun sebenarnya dirinya bukan pelupa. Menyadari hal itu, biasakanlah membuat daftar tugas untuk esok hari dan upayakan hanya 5 daftar tugas yang penting saja. Anda bisa membuat urutan prioritasnya berdasarkan waktu atau bisa jadi berdasarkan tingkat urgensinya.

Jika anda bekerja di kantor, mungkin prioritas berdasarkan waktu lebih cocok, tapi untuk pekerja lepas atau tidak terlalu terikat dengan jadwal kerja maka prioritas berdasarkan urgensi mungkin lebih cocok. Apa perbedaan orang yang membuat daftar dengan tidak? Biasanya yang membuat daftar akan lebih mudah memilah tugas mana yang bisa dikerjakan lebih dahulu, lebih mudah memutuskan kalau ada tugas yang mendadak berubah waktu/urgensinya, menghindari kebingungan memilih prioritas akibat beban kerja yang berlebihan pun relatif mudah dilakukan.

Anda tidak perlu membuat 10 daftar tugas atau lebih, fokus saja ke 5 tugas yang terpenting. Karena jika anda memprioritaskan kepada 5 hal penting saja maka sudah merupakan pencapaian luar biasa jika anda bisa mengerjakannya semua sampai selesai. Jangan salah, anda bisa saja mengerjakan 10 hal, tapi 9 diantaranya tidak penting alias membuang waktu, menyia-nyiakan skill anda dan yang terburuk adalah larut dalam rutinitas yang tidak mempunyai dampak signifikan kepada diri anda baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Kerjakan Yang Paling Penting Terlebih Dahulu

Usahakan mengerjakan tugas yang paling penting keesokan harinya. Lihat catatan anda tadi beberapa kali dalam sehari dan beri tanda centang bagi tugas yang sudah diselesaikan dengan baik. Berikan tanda khusus jika tidak selesai atau anda pindahkan prioritasnya ke hari lain misalnya. Sertakan teks singkat untuk alasan mengapa anda memindahkannya.

Jika anda tidak bisa menyelesaikan 2 dari 5 tugas yang anda buat sendiri, maka itu adalah pertanda ada sesuatu yang salah dengan manajemen waktu anda. Evaluasi secara singkat di malam hari ketika anda akan membuat daftar untuk keesokan harinya. Biasanya anda akan mudah melihat apa penyebab tugas anda itu tidak terlaksana. Evaluasi singkat itu akan membuat anda lebih mudah membuat estimasi dan mengantisipasi kesalahan untuk esok hari atau waktu yang lain.

Untuk mendukung hal ini, biasakanlah agar tidak melakukan hal-hal “konyol dan bodoh” yang seakan-akan memberi dampak “kesibukan” kepada anda seperti: membuka email di pagi hari dan membalasnya segera, melakukan chatting sebelum mengerjakan tugas penting yang ada di daftar, chit chat dengan teman kerja, keluarga, tetangga sebelum anda mengerjakan tugas penting tadi.

Suka atau tidak, aksi “konyol bodoh” tadi memberikan ilusi kepada anda bahwa anda “selalu sibuk” dan lupa bahwa kesibukan yang anda buat tidak ada hubungannya dengan produktivitas anda. Saya tidak mengatakan anda menjadi mesin pekerja tanpa istirahat dan interaksi. Tapi lakukanlah pada saat akan makan siang, waktu coffe break, atau istirahat singkat lain.

 

Disiplin Dengan Diri Anda

Terakhir, anda harus disiplin dan tegas kepada diri sendiri. Karena, bisa jadi anda membuat daftar tugas dan berhasil melakukannya selama 1 minggu, lalu mulailah muncul rasa bosan dari efek rutinitas. Kini anda mulai bolong melakukan daftar tugas dan lama-kelamaan anda lupa melakukannya dan anda kembali ke rutinitas lama yang membuat perasaan tidak produktif tadi akan muncul kembali.

 

Kata kuncinya adalah: kebiasaan baru bisa menggantikan kebiasaan lama asalkan selalu dipelihara. Kebiasaan baru biasanya selalu membuat diri anda merasa tidak nyaman pada saat mencobanya, maka saran saya lakukan saja dengan santai (5 tugas penting) tapi konsisten (disiplin). Mungkin anda akan menemukan kenyamanan dan irama kesibukan tersendiri didalam dunia produktivitas anda. Selamat mencoba…

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.