Home / Desain Game / Prototyping Session

Prototyping Session

Salah satu kegiatan di kelas yang saya selalu buat adalah sesi prototyping. Semua siswa wajib membuat prototype kertas dari konsep game yang mereka usung. Sekilas seperti kembali ke masa kanak-kanak ketika kita menggunting kertas dan menempelkan disana-sini. Tapi banyak yang bisa dipelajari dari sesi praktek sederhana ini.

Teori itu penting, tapi yang lebih penting adalah implementasinya. Namun bagi saya yang TERPENTING adalah BERMAIN apa yang kita buat dan MENIKMATI PROSESNYA. Dan itulah yang saya terapkan ketika sesi prototyping saya lakukan di kelas.

sesi prototyping game design AMIKOM 01Dalam kelas Game Design, salah satu aspek yang harus dikuasai oleh game designer adalah prototyping yang umumnya menganalisa apakah core gameplay dari konsep game yang dibuat itu bisa terbukti menarik dan menyenangkan.  Tidak sesederhana yang dilihat, membuat game menarik dari sisi gameplay membutuhkan pendalaman khusus. Apalagi kalau konsep game yang dibuat itu mengejar orisinalitas. Disinilah ajang pembuktian awal apakah game itu bisa dimainkan dengan benar dan menyenangkan. Tidak hanya sekedar dipertontonkan bahwa game itu memang bisa diwujudkan.

Mahasiswa dibagi kedalam tim kecil. Mereka belajar kerjasama tim dalam proyek prototyping ini. Sejak awal saya tidak menekankan teori, tapi lebih kepada praktek.  Untuk teori, saya hanya membahas poin-poin utama saja dan memberikan video pelajaran dimana materinya adalah power point dan saya rekam dengan suara saya menggunakan Camtasia. Praktis menurut saya. Jadi saya lebih bebas berinteraksi dan berdiskusi dengan mahasiswa.

sesi prototyping game design AMIKOM 03Sesi prototyping ini menggunakan media kertas sebagai bahan presentasi / visualisasi. Mahasiswa akan mempresentasikan konsep game mereka dan memainkannya dalam bentuk visual agar game tersebut dapat dilihat dan dianalisa. Memainkan game dengan membuat game ternyata berbeda. Posisi konsumen dan produsen bisa menipu kalau tidak dicermati. Sekilas konsep game itu seakan-akan sudah bisa dimainkan, tapi ketika diuji (sesi playtesting) masih banyak hal yang bisa diperbaiki. Tanpa teori hal ini tidak akan bisa dimengerti. Tapi praktek secara langsung lebih bisa memenuhi aspek analisa dibanding hanya sekedar mereview saja.

Percobaan memainkan game berkali-kali disebut dengan proses iterasi, dan proses inilah yang menjadi kata kunci untuk keberhasilan sebuah desain game. Sesi prototyping dikelas ini akan dikembangkan mahasiswa nantinya sampai di luar kelas. Kalau waktu di kelas, internal playtesting bisa dianggap sebagai barometer pertama.  Tapi hal ini juga bisa mengecoh karena semua pemain memiliki kemampuan pemahaman dan teori yang relatif sama (namanya juga mereka belajar desain game bukan ?). Sesi pengujian akan diperlebar sampai melibatkan teman-teman bahkan tetangga untuk menguji apakah konsep game mereka itu menarik atau tidak bagi mereka. Tapi itu adalah sesi pertemuan berikutnya. Kita akan bahas di artikel lain.

Yang saya amati adalah reaksi dari para mahasiswa, semuanya bersemangat. Hal ini tidak lepas dari proses gamifikasi (gamification) yang coba saya terapkan di kelas selama semester ini. Ini menarik menurut saya, karena selama beberapa semester, saya banyak menghadapi kendala dimana para mahasiswa tidak seluruhnya terlibat dalam kapasitas yang saya harapkan. Tapi dengan adanya implementasi gamifikasi membuat mahasiswa menjadi semangat. Ini akan menjadi bahan materi saya nanti.

sesi prototyping game design AMIKOM 02sesi prototyping game design AMIKOM 05

Saya cukup puas dengan sesi ini secara keseluruhan. Proses gamifikasi memberikan data statistik melalui skor / poin untuk mengukur aktivitas dan minat mereka. Juga membuat kuliah menjadi seperti bermain game. Hasilnya terlihat jelas ketika sesi prototyping dimana unsur kompetisi juga muncul disamping cooperative, hmm… ini mungkin bentuk dari coopetition yang kini sedang marak didengungkan di dunia bisnis. Salah satu bentuk implementasi teknologi game melalui gamification.

Mungkin artikel berikutnya adalah : GAMIFICATION IN CLASSROOM… hmm… ide menarik bukan?

Note: Lihat FB saya untuk Gallery Image untuk semua sesi prototyping

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.