Home / Edukasi / Seminar TECHNOPRENEURSHIP
12

Seminar TECHNOPRENEURSHIP

Pada hari Selasa 6 Desember 2016 lalu saya memenuhi undangan dari HIMATIKA UTY untuk memberikan materi seminar dengan judul Technopreneurship. Kali ini saya diberikan kesempatan lebih dari jam untuk membawakan materi. Cukup lama memang, tapi syukurlah teman-teman mahasiswa tetap semangat mengikuti sampai habis.

Disesi pertama saya memberikan materi yang membahas mengenai technopreneurship, mulai dari definisi, mengapa penting, bagaimana mengkolaborasikan dengan teknologi sampai sepak terjang startup di Indonesia. Tentu tidak lupa saya memberikan data statistik untuk mendukung argumentasi dan pemaparan saya.

Beberapa poin yang saya bahas:

  1. Definisi Technopreneurship
  2. Mengapa perlu Entrepreneurship bidang teknologi?
  3. Bagaimana mengkolaborasikan entrepreneurship dengan teknologi?
  4. Seperti apa peluang besar bisnis di dalam bidang teknologi?
  5. Apa permasalahan yang menghambat seorang entrepreneur?
  6. Ekosistem dunia Startup di Indonesia
  7. Sepak terjang Startup yang ada di Indonesia
  8. Bagaimana menciptakan sebuah ide dan mengembangkannya menjadi ide yang tak biasa

Secara sederhana Technopreneurship dapat diartikan sebagai makna tentang bagaimana teknologi dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan usaha Dalam wacana nasional, istilah Technopreneurship lebih mengacu pada pemanfaatan Teknologi informasi untuk pengembangan wirausaha.

Jenis wirausaha dalam pengertian technopreneurship disini tidak dibatasi pada wirausaha teknologi informasi, namun segala jenis usaha, seperti usaha meubel, restaurant, super market ataupun kerajinan tangan, batik dan perak

Pentingnya Inovasi

Saya menekankan mengapa produk atau layanan bisa menemui kegagalan bila tidak ada inovasi. Tidak saja kita perlu mengejar inovasi teknologi, tapi juga inovasi model bisnis. Kalau tidak, bisa jadi kejadian seperti Kodak yang bangkrut akan menjadi kasus yang ditiru.

Mengapa penting inovasi dan bagaimana mengupayakannya? Dalam seminar ini saya bahas dengan detail disertai dengan contoh dan cara memastikan bagaimana inovasi dibuat.

3 Faktor penting yang perlu dikombinasikan  untuk mencapai inovasi:

  • Kebutuhan
  • Teknologi
  • Bisnis

Dalam seminar ini saya banyak membahas berbagai contoh kasus baik global dan lokal. Hal ini saya sengaja agar peserta seminar semakin mengenal bentuk dan pattern yang terjadi di dunia startup. Tidak hanya membahas startup yang berhasil, tapi juga banyak membahas contoh kegagalan dan perubahan yang terjadi.

Mengolah Ide

Pada bagian kedua saya membuat sesi interaktif ditambah dengan sedikit permainan. Sesi ini bertujuan untuk membuat peserta belajar membuat ide bisnis, dan dalam waktu cepat memvalidasinya. Cara ini tentu bukan cara yang tepat dan sesuai dengan kondisi riil. Tapi lebih kepada simulasi praktis bagaimana sebuah ide bisa dipoles agar bisa memenuhi kebutuhan yang diiginkan.

Seperti yang saya duga sesi kedua berlangsung sangat serius dan ramai. Serius karena semua peserta mencoba menuangkan kreativitasnya dalam waktu hanya 5 menit untuk mencari ide terbaik dan alasan potensial yang dipilih. Dari 5 ide akan dipilih 1 ide yang akan diuji kepada 3 teman didekatnya. Siapa yang butuh? Siapa yang mau beli?

Ternyata ada lebih dari 100 peserta. Jadi bisa dikatakan setidaknya ada 500 ide dalam waktu cepat dibuat. Tapi, kesulitan pertama adalah memilih yang dianggap layak. Kemudian kesulitan dinaikkan menajdi mencari ide yang memiliki pelanggan yang terbanyak. Dan yang terakhir siapakah yang mau beli ide tersebut? Ternyata dari 100 lebih peserta, hanya ada sekitar 8 pembeli. Hasilnya sangat mengejutkan teman-teman mahasiswa.

Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Sebagai seorang penggiat startup, sebaiknya dihindari kesalahan no 1 yaitu: Membuat produk yang tidak dibutuhkan!

Penutup

Seminar ditutup dengan beberapa pertanyaan dari peserta. Beberapa foto sebagai dokumentasi saya sertakan disini. Semoga di masa depan ada bermunculan startup baru dari teman-teman di UTY. Bagaimana pun juga, dunia kampus akan lebih menarik bila diisi dengan kegiatan wirausaha seperti startup.

13

19

20

23

36 38

41

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.