Home / Desain Game / Serious Games Design Experimentation
serious games

Serious Games Design Experimentation

Judulnya dipaksakan jadi keren. Tapi sebenarnya isinya memang keren kok.. hehehe. Tahun ini saya mencoba eksperimen baru.

Lebih tepatnya arah baru, yaitu membuat game design untuk serious games yang dibuat oleh mahasiswa Pasca Sarjana STMIK Amikom, dimana saya mengajarkan mata kuliah game design. Saya membuat small project dengan tujuan membuat GDD final  untuk beberapa genre game berbasis serious games. Kenapa saya membuat proyek percobaan demikian? Artikel ini saya buat untuk membahasnya, semoga menginspirasi anda.

Masalah Klasik Video Games di Indonesia

Saya melihat banyak kesalahpahaman yang berkembang ditengah publik di Indonesia, bahwa game itu umumnya berdampak negatif. Kalaupun ada game edukasi, biasanya dampak yang terjadi adalah game seperti itu umumnya kurang laku. Maklum, sampai sekarang game edukasi dianggap hanya bentuk digitalisasi dari konten buku pelajaran yang sudah ada sebelumnya. Dengan arti isinya tidak jauh-jauh amat dari bentuk kaku dan membosankan.

Lalu muncul ide di kepala saya: bagaimana kalau kasus yang sedang terjadi di Indonesia bisa dibuat dalam bentuk game lalu kontenya menjadi edukasi. Tapi gamenya tidak membosankan atau menggurui dan masih ada sisi fun didalamnya.

Sambil merenung saya berpikir ini adalah masanya mencoba menunjukkan kepada publik bahwa game itu bermanfaat dalam arti sesungguhnya. Game serious yang saya usung tidak harus kaku dan berisi doktrin yang membosankan. Sebaliknya, tetap upto date dan memiliki sisi fun yang mampu memberikan pencerahan kepada penggunanya sekaligus keasyikan tersendiri seperti layaknya yang didapatkan oleh gamer pada umumnya.

Yang Sedang Dilakukan

Suasana kelas ketika membuat prototype serious games

Yang lebih menarik lagi bagi saya adalah, bagaimana kalau konten game design ini dibuat oleh mahasiswa saya yang notabene sedang mempelajari game design juga. Jadi ada beberapa hal yang menarik dan sedang terjadi di kelas saya saat ini, antara lain:

  • Gamification in Class, saya sampai sekarang masih menerapkan gamifikasi di kelas. Respon cukup bagus dan saya banyak mengupdate pemahaman saya tentang gamifikasi untuk sektor pendidikan , khususnya di bangku perkuliahan. Saya berkeinginan untuk membuat mini E-book yang dapat didownload semua orang nanti.
  • Learn to Simulate Real Enviroment , simulasi yang saya maksud adalah simulasi pendidikan itu sendiri. Saya membuat “game” ketika sedang mendesain “game”. Jadi, selain belajar membuat game berbasis kejadian nyata, murid saya juga sekaligus belajar menjadikan kuliah itu sebagai simulasi game sendiri yaitu menjawab tantangan bagaimana membuat desain game yang baik.
  • Give alternative Approach for Education Problem, kita tahu banyak masalah yang sulit dipelajari dengan pendekatan edukasi formal dan baku. Nah, dengan serious games, saya memberikan metoda mempelajari satu masalah kita dengan cara “bermain”. Kesadaran yang muncul bukan bersifat sementara, namun bisa berdampak lama (everlasting) karena pemahaman yang didapat bukan berdasarkan teori, hapalan, maupun persepsi yang tidak bisa diuji. Melainkan bisa dimainkan dalam berbagai skenario (interaktif) dengan hasil yang bervariasi.

Faktor Pendukung

Saya tidak melakukannya tanpa persiapan dan pendukung yang tepat. Saat ini saya memegang posisi sebagai manajer di divisi pengembangan game PT. GITS (anak perusahaan STMIK Amikom) dan posisi ini  membuat saya leluasa untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa yang saya didik untuk mencoba bereksperimen dengan genre serious games. Kebetulan saat ini mayoritas mahasiswa saya datang dari kalangan pengajar akademik dan karyawan. Kondisi ini secara tidak langsung mendukung eksperimen saya karena serious games dapat dikategorikan sebagai subjek yang benar-benar kompleks.

Suasana rapat mingguan di ruang rapat Inkubator Game ICT

Disisi lain, keberadaan saya sebagai pembicara di berbagai seminar mengenai game, tentunya secara tidak langsung mempermudah saya melebarkan pemahaman kepada publik bahwa game itu mampu menjadi solusi yang baik kepada generasi muda dengan syarat bahwa konten yang dikandungnya memang memenuhi syarat sebagai serious games.

Jadi, pertama saya memiliki lingkungan produksi yang cocok untuk eksperimen tersebut. Faktor kedua adalah aktivitas saya yang membantu untuk memasarkan baik konsep, produk maupun sistem yang sedang saya buat percobaannya saat ini. Jika hasilnya nanti positif dan berguna bagi publik, maka dengan mudah saya membuat proyek ini naik ke level yang lebih tinggi. Mungkin bisa dicoba sampai tahap nasional. Setidaknya itu harapan dan mimpi saya.

Penutup

Sampai akhir semester, proses pembuatan GDD (game design document) dari serious games ini akan berlangsung. Semoga akan berhasil dan pada akhirnya GDD yang selesai akan saya seleksi dan tentukan GDD mana yang layak untuk sampai ke tahap prototype software. Sampai dititik itu, saya akan memasarkannya ke berbagai pihak yang mungkin tertarik menyebarluaskannya.

Tapi, apapun hasil akhirnya nanti, saya kira eksperimen secara simultan ini layak saya coba.  Semoga GDD yang dihasilkan layak untuk diangkat menjadi game yang sebenarnya.

 

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.