Home / Edukasi / Serious Games: Dimanakah posisinya?

Serious Games: Dimanakah posisinya?

Jika pada artikel sebelumnya saya menyinggung mengenai serious games, secara sederhana anda bisa bertanya: dimana posisinya dalam dunia video games sebenarnya?

Tidak mudah menjawabnya dengan detail teks. Membutuhkan banyak penjelasan yang bisa membuat kening anda berkerut dan mulut saya berbusa (karena kebanyakan menjelaskan.. hehehe). Secara praktis, lebih baik kita melihat gambar dibawah ini yang dengan mudah menjelaskan posisi serious games dibanding yang lainnya. Sumbernya adalah Jordane Paquet (2010). Semoga anda lebih paham sekarang.

ashema1

 

Coba perhatikan bagian irisan Learning Games. Disinilah posisi game edukasi Indonesia yang banyak beredar saat ini. Bisa dikatakan bahwa game edukasi itu adalah perpaduan antara game multimedia dan e-learning. Tidak ada yang salah dengan itu, hanya saja hal itu bukanlah serious games yang saya maksudkan.

Bisa disimpulkan secara sederhana bahwa yang membedakan serious games dengan video game biasa adalah konten e-learning dan juga unsur story yang ada didalamnya. Jika tanpa story maka akan disebut menjadi learning games.

Jika hanya  irisan e-learning dengan story telling maka disebut dengan istilah interactive story telling tanpa ada unsur multimedia game.

Dengan melihat berbagai irisan dan istilah yang ada, kita bisa memberikan penilaian secara sederhana bahwa paduan antara ketiganya mampu memberikan kombinasi yang bervariasi dari unsur permainan dan unsur formal. Sayangnya saya melihat sampai saat ini di indonesia masih besar kecenderungan antara pemisahan kedua faktor tersebut.

Bisa dikatakan bahwa bermain tidak akan pernah cocok dengan belajar formal. Bahwa edukasi yang serius tidak akan melibatkan unsur permainan. Itu adalah pendapat lama dan sudah usang. Mungkin sisa-sisa jaman penjajahan, dimana setiap tenaga yang ada tidak bisa dibiarkan terbuang percuma. Sedangkan bermain dianggap menjadi kegiatan yang membuang tenaga dan waktu saja. Sudah masanya pemikiran seperti itu harus dibuang jauh-jauh.

 

 

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.