Home / Edukasi / Siapkah Usaha Anda Secara Industri?

Siapkah Usaha Anda Secara Industri?

Pertanyaan ini saya berikan di Seminar Teknopreneur Inkubator Industri Informatika di Hotel New Saphir semalam tanggal 12 Nov 2013.

Dalam seminar yang dilaksanakan oleh KOMINFO bekerjasama dengan STMIK Amikom ini saya mengisi sesi terakhir sebagai pengelola Inkubator Industri Telematika Yogyakarta (I2TY). Dalam sesi paparan saya memberikan banyak detail mengenai permasalahan yang umum dihadapi oleh para pelaku usaha (startup).

Seminar

Salah satu penekanan saya adalah kesiapan untuk skala industri. Yang saya maksud adalah kualitas produk atau layanan yang diberikan dan bukan skala usaha secara ukuran. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pelaku startup yang masih memegang egoisme tersendiri dan cenderung tidak mau diutak-atik oleh “orang lain”. Padahal, dalam menumbuhkan usaha kita sangat membutuhkan kerjasama dan bantuan berbagai pihak. Disinilah peran inkubator yang memfasilitasi, membantu dan mewadahi para pelaku startup yang rentan dengan berbagai masalah.

Banyak yang memiliki usaha yang cukup bagus dan layak dikembangkan. Namun karena berbagai keterbatasan dan masalah, usaha-usaha itu banyak yang tutup/bangkrut. Tentu hal ini sangat disayangkan. Kompetisi di era sekarang ini memang semakin tajam. Walaupun kita memiliki ide bagus, lalu kita membuat produk/layanan berbasis ide itu, tak lama kemudian banyak yang sudah melakukan hal yang sama. Bisa saja meniru, terinspirasi, kebetulan idenya mirip, dsb. Apapun itu, kita mengalami persaingan yang seakan-akan sulit untuk dimenangkan. Padahal pada realita, banyak bisnis sejenis yang bisa bertumbuh dan berkembang bersama. Lalu dimana kompetisi pada poin ini?

Era sekarang memang berbeda dengan beberapa dasawarsa lalu. Kini kita tidak lagi hanya bertumpu pada kompetisi atau bersaing dengan kompetitor yang lain. Kini kita dituntut pula untuk bersinergi dalam hal yang sama. Jadi bersaing dan berkompetisi ada dalam ruang yang sama. Kompleksitas ini memang dibutuhkan saat ini karena persaingan tidak lagi hanya dalam bidang industri spesifik, tapi sudah ke beberapa industri pendukung sehingga mau tidak mau kita harus bersinergi dengan pesaing kita agar dominasi tertentu bisa kita pegang.

Jangan mengira bahwa tingkat kompleksitas seperti itu hanya dibuat oleh perusahaaan besar, kini model seperti itu pun sudah diadopsi oleh banyak perusahaan kecil. Misalnya industri handphone dari China yang kini mendominasi handphone murah. Sebenarnya mereka bersaing, tapi secara industri mereka bersinergi melawan produk negara barat dan hasilnya mereka berhasil mendominasi di pasar handphone murah. Padahal komponen didalamnya hampir mirip semua dan berasal dari pabrikan yang sama. Itu salah satu bentuk kompleksitas sinergi dan kompetisi pada saat yang bersamaan.

Tuntutan efisiensi industri sering tidak bisa dimengerti oleh startup pemula. Dan disinilah banyak kegagalan startup dalam menyikapi proses yang terjadi sebagai bagian dari beroperasinya sistem industri. Inovasi memang hal penting, tapi industri selalu berpatokan kepada efisiensi. Kemampuan inovasi sebaiknya selalu berpegang pada masalah efisiensi. Tidak hanya dalam memecahkan masalah, tapi juga dalam pembiayaan, dalam penerapan dan dalam sumber daya yang terlibat didalamnya. Bila tuntutan semua itu bisa relatif dipenuhi, maka inovasi tadi bisa langsung diserap oleh dunia industri. Bila tidak, maka banyak “adjusment” atau penyesuaian yang perlu dibuat. Dan disinilah masalah  bermula. Startup sering melihat penyesuaian sebagai bagian dari mengatur, merubah bahkan membuat beda produk/layanan yang awalnya mereka buat. Lalu muncullah rasa penolakan.

Salah satu kemampuan yang harus bisa dimanfaatkan oleh startup adalah kemampuan adaptasi. Kemampuan untuk mengubah produk/layanan yang dimiliki agar lebih bermanfaat, lebih menarik, lebih sesuai kepada calon konsumen. Sering perubahan ini memang tidak disukai. Seperti mengubah keaslian inovasi yang dibuat. Memang ada satu dua inovasi yang tidak cocok dirubah karena memang sudah seperti itu bentuk akhirnya. Tapi kebanyakan produk/layanan saat ini memang harus diperbaiki, dimodifikasi, diubah suai agar lebih cocok dengan ceruk pasar yang ditargetkan.

Singkat kata, bila anda ingin bisnis anda lebih siap secara industri maka produk atau layanan anda yang harus menyesuaikan bukan dunia industri yang menerima anda dan menyesuaikan dengan kemauan anda.

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.