Home / Blog / Skill Presentasi, Pentingkah?

Skill Presentasi, Pentingkah?

Minggu lalu saya mengikuti acara pertemuan antara investor Telkom yang kebetulan berkunjung ke JDV. Dalam acara kunjungan tersebut ada 4 startup yang menyempatkan diri untuk pitching singkat.  Sebelumnya disebutkan bahwa pitching akan berlangsung dalam bahasa inggris sehingga membuat para startup agak gelisah. Maklum, tidak semua bisa berbahasa inggris dengan cukup fasih.

Saya tidak menyorot secara khusus kemampuan mereka berbahasa inggris walau dalam derajat tertentu hal itu menjadi masalah juga. Namun pada pelaksanaanya ternyata 3 dari 4 startup berhasil membawakannya dalam bahasa inggris yang memadai.

Lalu apa yang menjadi masalah menurut saya? Ternyata kemampuan presentasi dan public speaking dari para founder masih cukup kurang. Artinya mereka hanya mampu membawa materi presentasi dengan skenario umum saja dan belum mampu masuk ke area pengkondisian agar para investor menjadi tertarik. Dibagian inilah yang menjadi fokus pembahasan saya kali ini.

Sepintas keahlan presentasi ini kurang dilirik oleh para founder, terutama yang berlatar belakang teknis. Beberapa diantara mereka berpendapat (saya kira kebanyakan sih) bahwa faktor kemampuan teknis lebih menjual dan penting dibanding kemampuan presentasi. Mungkin diawal pengembangan memang benar demikian adanya. Tapi seringkali kemampuan presentasi ini akan sangat membantu dalam hal memajukan startup itu sendiri.

Tanpa kemampuan presentasi yang baik, ide seorang founder bisa saja tidak akan terdengar gaungnya. Ditengah era kompetisi saat ini, semua faktor yang bisa membantu seharusnya bisa dimaksimalkan. Untuk seorang founder, tentu kemampuan presentasi bisa akan sangat membantu mulai dari mengenalkan ide kepada orang lain, meyakinkan co-founder, menarik investor, sampai menjual produk. Memang kemampuan presentasi bukan segalanya, tapi dengan skill presentasi yang baik, terutama di awal berdirinya startup, akan sangat membantu perkembangan startup itu sendiri.

Skill presentasi bukan melulu soal penjualan atau marketing. Walau presentasi memang mencakup kedalam dua bidang tersebut, tapi presentasi bisa berdiri sendiri yaitu cara penyampaian secara logis, komprehensif dan menarik.  Tujuan utama presentasi adalah meyakinkan pihak yang kita ajak sebagai mitra atau audiens. Dengan presentasi yang baik, kita mengharapkan interaksi, kepercayaan yang meningkat, keinginan untuk tindakan lebih lanjut dan banyak lagi. Semua dalam arti kata positif tentunya. Dan jangan lupa, tentu dalam waktu yang relatif singkat sebagai efisiensi dari presentasi itu sendiri.

Apakah skill presentasi dapat dipelajari? Tentu saja. Banyak kursus pelatihan yang bisa membantu anda dan tidak ada ruginya bila anda mengikuti kelas tersebut sedini mungkin.Skill presentasi bukan kemampuan menggunakan Microsoft Powerpoint, walau banyak yang terjebak dengan hal tersebut, tapi melainkan kemampuan menjelaskan secara deskriptif dilengkapi dengan alat bantu seperlunya.

Hanya saja, jam terbang adalah suatu hal yang tidak kalah penting dalam melatih skill presentasi anda. Tidak ada gunanya jika anda memahami dan menguasai skill presentasi secara teori. Sebaiknya anda banyak melakukan presentasi dimanapun sebagai upaya meningkatkan jumlah jam terbang. Semakin banyak anda melalukan sesi presentasi, maka akan semakin berpengalaman pula anda. Banyak jenis audiens, jenis presentasi dan cara penyajiannya yang bisa anda latih dari berbagai sesi yang berbeda. Jadi walau spesialisasi layak untuk dikejar, namun di tahap awal tidak ada salahnya anda mencoba audiens yang lebih umum dan bervariasi.

Nah, sampai tahap ini, saya harap anda sudah semakin memahami pentingnya skill presentasi. Bahkan dengan skill yang mumpuni dalam hal presentasi bisa membuat investor mengeluarkan pendanaan yang jauh lebih besar kepada startup anda. Melihat peluang seperti ini, apakah anda mau menyiakan waktu untuk tidak belajar presentasi dengan baik? Saya harap tidak tentunya.

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.