Home / Umum / Startup Lambat Progressnya? Cari Penasehat!

Startup Lambat Progressnya? Cari Penasehat!

Dalam beberapa kesempatan saya selalu berdiskusi dengan beberapa startup di JDV atau di daerah lain. Selain untuk sharing dan memberikan informasi yang relevan untuk perkembangan mereka, saya juga banyak bertanya. Umumnya untuk mengukur progress dan habit yang dimiliki startup tersebut.

Dari banyak kesempatan diskusi, saya mengambil sebuah kesimpulan sederhana untuk startup yang merasakan melambatnya progress atau stuck/terhenti di tahap tertentu, umumnya mereka memiliki kesamaan ciri utama yaitu: Ketiadaan Penasehat. Tentu ada faktor lain, tapi faktor terbesar adalah kosongnya penasehat yang seharusnya dimiliki oleh setiap startup.

Pentingnya penasehat sering tidak disadari oleh startup dan digantikan dengan individu tertentu yang bisa diajak diskusi hanya untuk sesekali saja alias kapan ada niat dari startup itu. Biasanya muncul kalau ada event. seminar, pelatihan dan sejenisnya. Padahal seharusnya penasehat yang dimiliki haruslah konsisten dalam artian mengenal dan berinteraksi dengan startup secara berkala.

Ketika anda sebagai founder mengalami sebuah masalah dan tidak mampu mencari solusi yang meyakinkan anda dan anggota tim maka disaat itulah keberadaan penasehat menjadi krusial. Perlunya sudut pandang lain dari pihak yang lebih pakar untuk bidang tertentu yang relevan dengan bisnis anda adalah alasan utama mengapa mereka penting.

Mentoring di DILO Solo

Saya memberikan mentoring ketika program Pre-Inkubasi di DILO SOLO

Biar lebih gampang, dibawah ini akan saya buat sesi diskusi tanya (T) dan jawaban (J) yang memudahkan pemahaman.

T: Kapan startup saya sudah mulai butuh penasehat?
J: Sejak awal berdiri sebaiknya anda sudah mulai mencari penasehat. Mencari penasehat tidak mudah karena biasanya mereka adalah orang yang cukup sibuk dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membina hubungan dan kepercayaan mereka agar mau menjadi penasehat startup anda.

T: Apa yang saya bisa harapkan dari seorang penasehat?
J: Banyak namun sesuai dengan tahap/fase startup anda dan masalah/bidang yang anda hadapi. Sebagai contoh pada fase pengembangan produk, peluncuran produk, masalah internal, pemasaran, funding, dsb. Kadang dibutuhkan lebih dari satu penasehat.

T: Bagaimana cara memilih dan kriteria dari penasehat yang baik untuk startup saya?
J: Sebaiknya anda mencari penasehat yang punya waktu dan perhatian dengan startup anda. Dan itu dilakukan dengan bertahap dan waktu yang lumayan lama. Hindari penasehat yang hanya bisa anda jumpai sekali dalam 6 bulan. Jika memungkinkan sebaiknya minimal 1-2 kali dalam sebulan. Komunikasi bisa lewat email, chat, video conference selain tatap muka yang menjadi prioritas utama.

T: Berapa banyak waktu yang disediakan sebaiknya?
J: Karena mereka itu biasanya sibuk, beberapa jam untuk tiap sesi diskusi sudah cukup. Jadi bisa anda bayangkan mengapa anda harus memilih penasehat yang punya waktu dan perhatian dan bukan hanya yang anda anggap terkenal. Biasanya yang terkenal akan sangat sulit anda temui dan bersedia. Namun memang tidak ada salahnya mencoba bukan? Lebih realistis jika anda mencari penasehat yang bisa anda temui, berkomunikasi dengan teratur sehingga nasehat dari mereka lebih relevan dengan progress startup anda.

T: Mengapa butuh lebih dari satu penasehat?
J: Fase perkembangan startup bisa berubah dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, ketika diawal mungkin anda mencari penasehat yang paham akan pengembangan produk dan pemasarannya. Seiring dengan progress, di tahap tertentu mungkin anda membutuhkan penasehat yang mahir untuk funding dan memiliki networking yang luas. Jadi penasehat dibutuhkan sesuai dengan fase dan bidang yang anda inginkan. Langka sekali bisa mendapatkan penasehat untuk semua topik startup, belum lagi ketersediaan waktu mereka.

T: Penasehat itu untuk sementara atau selamanya?
J: Walaupun banyak yang berharap untuk jangka panjang, namun realitanya lebih sering untuk jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan. Paling tidak beberapa bulan, namun upayakan setidaknya satu tahun kalau bisa malah lebih. Dengan demikian, penasehat anda akan mengenal startup lebih baik. Hubungan personal akan lebih terbina dan saran yang diberikan akan lebih mengena.

T: Bagaimana membangun hubungan kerjasama yang baik?
J: Gampang! Seperti layaknya hubungan sosial yang bersifat mutualisma, upayakan agar terbuka sehingga penasehat bisa memberikan saran yang maksimal. Jika anda menutupi sesuatu, maka bisa saja saran yang diberikan kurang efektif dan berjalan dengan waktu akan membuat kepercayaan masing-masing pihak menurun.

T: Apa yang perlu saya hindari ketika bekerjasama dengan penasehat?
J: Jangan munafik dan anggap remeh. Bersikap jujur, terbuka dan menghormati saran seorang penasehat itu sangat penting. Bagaimana dia bisa memberi perhatian kepada startup anda kalau dia akhirnya mengetahui bahwa anda hanya berpura-pura bertanya namun tidak melakukan apa yang disarankan? Memang tidak semua saran dari penasehat bisa anda terima dan anda harus lakukan. Namun ketika berdiskusi sebaiknya anda sudah melakukan komunikasi agar pemahaman yang baik muncul untuk kedua pihak.

T: Apakah yang bisa saya berikan sebagai imbal balik kepada penasehat?
J: Umumnya ditahap awal anda tidak usah memberikan banyak janji/gombal. Cukup tawarkan pembagian saham tertentu kepada penasehat sebagai tanda respek anda. Mereka juga tahu bahwa startup anda baru mulai atau dana anda belum banyak. Biasanya para penasehat melakukan bimbingan lebih kepada aksi sosial mereka. Ada penasehat yang memberikan gratis, namun tidak selamanya gratis itu bagus. Anda bisa saja menganggap penasehat itu kurang serius dan penasehat itu sendiri tidak akan terlalu concern dengan startup anda. Jika anda memberikan pembagian saham sejak awal maka itu adalah tanda komitmen anda dan penasehat biasanya akan membalasnya dengan berkomitmen juga.

Seiring dengan waktu mereka akan terus berupaya untuk membesarkan anda. Kenapa tidak? Mereka menganggap bahwa sharing saham yang anda berikan itu adalah investasi di masa depan. Dan selama mereka memberikan saran secara teratur/konsisten, anda bisa menganggap bahwa kerjasama masih dalam area terpelihara.

T: Yang perlu saya perhatikan dari sisi saya sebagai founder?
J: Jangan malas untuk berinteraksi/berkomunikasi secara teratur. Jangan hanya ketika masalah ada baru anda mencari mereka. Jika tidak ada masalah berarti, anda bisa saja memberikan laporan secara berkala. Seperti yang saya beberkan diatas, bisa saja tiap 2 minggu atau 1x sebulan anda memberikan report progress. Manfaat lain dari kegiatan ini adalah mereka terus keep update dengan startup anda dan tidak mustahil ada ide kejutan/kondisi dimana mereka memberikan masukan walaupun tidak anda minta.

Memberikan report secara berkala juga sebagai bentuk komunikasi dan proses menjaga kerjasama dengan baik.


Penutup

Coba bayangkan jika anda memiliki penasehat dan bisa memberikan masukan secara berkala kepada startup anda. Bukankah anda melakukan penghematan waktu, biaya dan tenaga?

Tinggalkan ego individu atau tim karena ini yang sering menjadi penghalang, atau jangan merasa kalau memiliki penasehat maka hak kebebasan anda dalam mengoperasikan startup anda akan berkurang. Sebaliknya, anda akan mendapatkan banyak panduan dalam area yang masih tertutup bagi startup anda. Ini adalah pemahaman dasar dari kebutuhan akan penasehat/mentor.

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.