Home / Entrepreneur / Tips Membangun Budaya Tim (Team Culture)

Tips Membangun Budaya Tim (Team Culture)

Setelah beberapa waktu, saya melihat perbedaan yang mencolok antara satu startup dengan yang lain. Salah satunya adalah perbedaan budaya tim (team culture) yang dimiliki.

Memang faktor lain masih berperan penting. Tetapi kenapa saya melihat faktor budaya tim ini menjadi perhatian penting? Tidak lain adalah pengaruh psikologisnya yang besar dalam menyatukan berbagai perbedaan yang bisa terjadi. Baik di masa sekarang maupun di masa depan.

Tentu kita memahami bahwa sebuah startup terdiri dari beberapa individu dengan pribadi dan kebiasaan yang berbeda. Walau ada kesepakatan dan pemahaman akan visi dan misi perusahaan (startup), tidak dapat dipungkiri bahwa potensi masalah akibat perbedaan kebiasaan dan perilaku tetap besar.

Tantangan membangun budaya tim ini terutama diletakkan kepada pimpinan atau founder dari startup. Setiap hari akan ada tantangan yang dihadapi. Biarpun kita sudah melakukan berbagai rencana dan antisipasi, akan selalu muncul masalah yang tidak terduga atau berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Budaya tim adalah salah satu fondasi utama dari bisnis. Sebagai pelaku bisnis, sudah selayaknya pimpinan tim melakukan berbagai upaya agar tim tetap kompak dan tangguh dalam menempuh berbagai masalah perusahaan baik internal maupun eksternal. Beberapa diantaranya akan saya beberkan disini beserta alasannya.

Ingat, budaya tim adalah bentuk kualitas. Jadi, tidak mudah menghitungnya (kualitatif) dan anda sebagai pimpinan tidak bisa berlaku “kaku” dengan tips yang diberikan disini. Ingat, kepemimpinan juga adalah suatu bentuk seni dimana pemahaman dan implementasi bisa berubah menurut kondisi dan situasi terkini.

Perlakukan Semua Anggota Selayaknya Bagian Dari Keluarga

Memang dalam kegiatan sehari-hari, terutama saat masa development, akan banyak bentuk kebiasaan yang menjadi budaya tersendiri dari sebuah startup. Salah satunya adalah standup meeting yang dilakukan tiap pagi. Pernahkah anda membuat ritual sederhana sebelum meeting ini berlaku? Seperti salaman? Pelukan? Tepukan ramah? Atau apapun gesture yang menandakan keakraban lebih diantara anggota?

Kenapa hal ini penting? Selain membuat acara yang tidak terkesan kaku, alasan utamanya adalah membuat semua peserta rapat menjadi rileks dan nyaman. Perasaan ini penting apalagi pada masa pekerjaan yang menumpuk. Bayangkan kalau anggota anda merasakan rileks atau kenyamanan tersendiri tiap ingin memulai aktivitas di pagi hari? Gesture yang penuh keakraban akan mempengaruhi mereka dengan lebih baik dalam menyelesaikan tugasnya.

Ajak tim anda melakukan kebiasaan unik yang hanya ada didalam tim atau kelompok anda. Ingat, gesture ini selain menjadi penanda adalah sebagai pengingat betapa semua anggota dianggap dekat, akrab dan penting.

Jangan Terlalu Serius, Luangkan Untuk Nyantai

Memang membangun budaya tim itu juga menuntut disiplin dan tepat waktu. Tapi itu hanya satu sisi. Disisi lain, bangunlah suatu ruang tersendiri yang memberikan kebebasan dan kenyamanan untuk bersantai. Bahkan ketika sedang bekerja serius sekalipun, bila ada anggota yang tiba-tiba bercerita lucu atau bercanda, tanggapilah dengan baik dan respon selucu mungkin.

Perlu ada keseimbangan antara pekerjaan yang serius dan ribet beserta ruang anti stress yang cukup. Memberikan keleluasaan untuk bersantai diantara anggota dan anda sendiri, akan menimbulkan semangat kerja yang terjaga. Bekerja serius dan diam selama mungkin di masa jam kerja bukanlah tanda yang baik.

Jadi, sebagai pimpinan, perlu diubah pandangan bahwa ketika ada anggota tim yang bercanda, bukan berarti mereka membuang waktu. Itu bisa jadi alat pelepas stress dan respon anda yang ikut nimbrung malah akan memperkuat rasa percaya diri mereka bahwa mereka anda percayai dengan sepenuh hati. Anggaplah ini cara menyatukan kelompok diluar ruang lingkup kerja.

Lindungi Kepentingan Tim

Bisa jadi beberapa anggota tim melakukan kesalahan. Terutama kepada lingkungan eksternal, anda sebagai pimpinan harus berani melakukan perlindungan yang melindungi kepentingan tim. Menegur anggota yang salah adalah tugas yang mudah, tapi mengambil keputusan untuk kepentingan semuanya adalah tantangan tersendiri.

Melindungi kepentingan tim termasuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab dan keputusan yang berat. Tidak semua akan bisa menerima keputusan anda, tapi semua seharusnya bisa melihat bahwa anda mengambil keputusan itu adalah untuk kepentingan bersama dan bukan kepentingan pribadi.

Berani Berkorban

Bila keputusan anggota atau anda salah, sebagai pimpinan seharusnya anda berani berkorban. Dengan melakukan tindakan ini akan memberi keyakinan dan rasa respek dari anggota tim kepada anda sebagai pimpinan.

Mudah sekali kita menyalahkan orang lain, tapi berani berkorban adalah karakter yang paling kuat dalam membangun budaya tim. Tim anda akan merespon pengorbanan yang anda berikan dan inilah tujuan utama dari tindakan berani berkorban tadi: memotivasi atau menginspirasi anggota yang lain untuk bertindak sama.

 

Dengan mengikuti 4 tips diatas, anda akan lebih mudah membangun budaya tim yang kokoh secara emosional di masa-masa sulit. Dan percayalah, masa-masa sulit itu akan sering anda lalui.

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.