Home / Gamedev / Tips Memilih Engine 3D Yang Sesuai – 1 dari 2

Tips Memilih Engine 3D Yang Sesuai – 1 dari 2

Didahului oleh Unity 3D, kemudian diikuti oleh UDK/Unreal dan Cry Engine, kini Valve juga mengumumkan akan memberikan engine 3D gratis untuk content developer. Sekilas berita ini menarik dan menggembirakan, tapi ada beberapa tips tambahan yang patut diketahui developer pemula ketika akan memilih salah satu engine yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

Ketika mendengar kata FREE, tidak berarti gratis secara keseluruhan. Ya, memang engine 3D ciamik  yang dulu sangat mahal kini banyak yang gratis dan memberikan persyaratan sharing fee yang mudah buat pengembang pemula sekalipun. Maksud utama dari pemberian game engine gratis ini adalah untuk menguasai market developer yang saat ini sebagian besar sudah direbut oleh Unity.

Perlombaan engine 3D gratis ini tidak lantas semudah kita melihatnya dari sisi visual saja (bagian ini malah dijadikan salah satu patokan oleh pemula). Kalau dari sisi visual, maka banyak orang akan memilih Unreal atau Cryengine dibanding Unity. Alasannya sederhana: keduanya lebih baik dibanding Unity. Tapi ketika memilih berdasarkan platform, maka urutannya menjadi: Unity, Unreal lalu Cryengine.

Ada beberapa tips sederhana yang bisa anda gunakan untuk memilih engine 3D yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda.

Catatan: Saya membuat perbandingan ini dengan sudut pandang yang netral dan berusaha tidak memfokuskan kesatu engine pilihan tertentu.

UNITY

unity 5 screenshot

Game engine ini bisa menjadi pilihan anda jika ingin membuat game yang memfokuskan diri ke pasar mobile. Walaupun Unity 5 sudah memberikan fitur grafik yang bagus tapi belum bisa mengejar kemampuan Unreal dan Cry Engine. Yang menarik adalah kemampuan cross-platformnya. Seperti yang anda ketahui, membuat game di beberapa platform bisa meningkatkan peluang untuk berhasil.

Dengan banjirnya plugin dan berbagai asset yang bisa anda beli di Unity Asset Store, membuat game engine ini  menjadi pilihan buat pemula. Membeli dan menggunakan asset siap pakai dalam banyak hal memudahkan proses dan penyelesaian game. Berbagai tutorial dengan mudah didapat di YouTube.

Bahkan berbagai template siap pakai juga dapat anda beli sehingga membuat game 3D kini lebih cepat lagi.

Pro: Selain tersedia versi gratis, ramah untuk pemula karena banyak plugin dan asset gratis siap pakai. Tutorial banyak tersedia. Dominan di pasar mobile game.

Kontra: Untuk versi Pro, harga yang diberikan cukup mahal bagi studio pemula.

Rekomendasi Saya: Jika tujuan anda adalah belajar dan membuat game 3D dengan target mobile user dalam waktu relatif cepat dengan biaya semurah mungkin, maka Unity adalah tools terbaik yang anda bisa dapatkan dari semua manfaat. Logo Unity pada splashscreen malah dianggap sebagai penanda dan banyak developer yang tidak   keberatan dengan itu. Manual lengkap dan user forum sangat aktif.

 

UNREAL 4

unreal 4 screenshot

Kalau dulu UDK adalah versi gratis buat pemula, kini Epic Games memberikan Unreal Engine 4 sepenuhnya dengan biaya bulanan yang terjangkau. Saya sendiri mencobanya sejak jaman UDK dan saya menemukan bahwa engine yang terbaru ini memiliki perubahan yang cukup drastis namun tetap unggul ditampilan grafisnya terutama dari sisi dynamic lighting yang selalu menakjubkan. Kalau UDK masih menyisakan gaya Unreal Engine lama, kini Unreal Engine 4 lebih terasa mengadopsi gaya Unity 3D dalam sisi interface dan flow kerja developer.

Bisa dikatakan kini “lebih mudah dan menyenangkan” menggunakan Unreal Engine 4 untuk pemula. Tapi dari sisi hardware, cukup membutuhkan konfigurasi PC yang diatas rata-rata konfigurasi PC gamer sekalipun.

Kabar baiknya, selain multiplatform, Unreal Engine juga sudah mulai memiliki asset store walau isinya masih sedikit. Tapi beberapa content developer dari Unity sudah mulai menjajakan asset mereka disini.

Pro: Biaya bulanan terjangkau dan multiplatform. Unggul di platform PC dan tampilan grafis.

Kontra: Butuh komputer spek tinggi untuk development, content yang tersedia belum terlalu banyak, tutorial belum terlalu banyak.

Rekomendasi Saya: Biaya bulanan bisa anda hentikan dan berlangganan lagi kalau update engine ini cukup signifikan. Ini akan menghemat biaya. Dari sisi fitur sudah hampir mengejar Cryengine (hanya kalah di sisi advance dynamic lighting saja saya kira). Tapi fitur yang terbaru dan perubahan disana-sini yang menekankan  faktor user friendly membuat developer pemula lebih cepat menguasai software ini. Tutorial sudah mulai banyak tersedia, forum aktif dan manual lengkap.  Kurva untuk menguasai / belajar tetap lebih lama dibanding Unity tapi sudah tidak serumit ketika era UDK dahulu. Fitur import untuk asset jauh lebih ramah dibanding dengan Cryengine (ribet dan tidak efisien menurut saya, setidaknya sampai artikel ini dibuat).

 

CRYENGINE

cryengine screenshot

Cryengine berkompetisi dengan Unreal dari sisi tampilan grafis. Keunggulan lain adalah multiplatform. Walaupun untuk hal ini, ada ketentuan lisensi sehingga dibagian ini Cryengine tidak ramah untuk pemula. Tapi untuk versi PC, anda hanya perlu membayar 9.99 dollar tiap bulannya. Asyiknya, anda tidak harus membayar royalti apapun selain bulanan tadi.

Dibanding Unity, Cryengine memiliki level design yang sangat baik. Sayangnya, keunggulan ini tidak diikuti dengan tersedianya asset yang memadai yang bisa anda beli untuk mempercepat proses pembuatan game. Dan ini adalah kekurangan untuk pemula. Setidaknya, pemula akan lambat didalam proses pembuatan aset game, atau terpaksa menggunakan aset yang sudah umum dikenal sehingga keunikan game anda bisa berkurang.

Pro: Multiplatform, biaya bulanan relatif terjangkau untuk studio pemula.

Kontra: Butuh skill yang tinggi untuk bagian programming, tidak banyak plugin seperti Unity, sedikit asset yang disediakan dibanding Unreal apalagi Unity. Sayangnya masih banyak bug, dan kurva belajar Cryengine adalah yang paling lama dibanding kedua engine sebelumnya.

Rekomendasi Saya: Tetap engine 3D terbaik yang pernah saya coba baik dari sisi ketersediaan fitur dan level design yang membantu membuat outdoor enviroment menjadi mudah. Tapi dibalik kecanggihannya masih menyisakan masalah dibagian import asset yang lebih rumit dibanding Unreal. Banyak developer pemula yang bermasalah di bagian ini. Oh ya, sampai saat ini saya masih menganggap bahwa game engine ini masih kalah user friendly disisi development workflow dan asset store untuk Cryengine masih minim. Bisa dikatakan, biarpun anda sudah menguasainya, anda akan terpaku di genre tertentu saja (FPS dan turunan atau variasi sejenisnya). Kekurangan Cryengine satu lagi, walaupun forum cukup aktif, tapi manualnya tidak lengkap…. entah karena pengembangnya sibuk buat game mungkin.. hehehe

 

SOURCE 2 ENGINE

source 2 screenshot

Sayangnya detail tentang engine ini belum banyak saya dapatkan karena engine ini tadinya bersifat propietary dan baru akan dibuka tahun 2015 ini. Juga belum jelas bagaimana model dari ketentuan terbuka untuk content developer. Apakah bisa digunakan hanya pengembang saja, studio pemula, atau siapapun?

Dan saya memang belum pernah mencobanya, jadi tidak bisa memberikan insight apapun dibanding ke-3 engine sebelumnya.
Sekedar informasi, kenapa Valve membuka diri agar terbuka seperti Unreal dan Cryengine? Kini pasar mobile sudah dikuasai oleh Unity, dan pasar PC diperebutkan oleh Unreal dan Cryengine. Valve ingin mengikuti jejak keduanya untuk mengokohkan pasar PC yang belakangan ini diguncang pasar mobile, apalagi mereka adalah pemilik Steam. Setidaknya pasar PC bisa hanya diperebutkan oleh ke-3 software tersebut.

Kita tunggu saja kabar selanjutnya. Saat ini, anda sebaiknya mencoba ke-3 engine sebelumnya karena jejaknya lebih jelas dan terbuka baik dari segi fitur, harga, dan pendukung lainnya seperti toos & plugin tambahan, belum lagi sumber tutorial dan asset store untuk mempercepat pengembangan game yang dibuat.

Pro: Katanya akan gratis.

Kontra: Masalah engine yang baru digratiskan: tutorial minim.

Rekomendasi Saya: Jangan senang dulu, membuat game 3D membutuhkan proses yang cukup lama dan kompleks. Setidaknya minimalkan resiko dengan menggunakan game engine 3D yang sudah populer. Setidaknya jika anda pemula, hindari spekulasi menggunakan tools yang baru terbuka untuk diakses umum.

 

Dengan pembahasan singkat diatas, saya pikir anda sudah bisa menyaring engine mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anda bukan? Jangan terpengaruh dengan keinginan saja. Lihat proses dibelakang pengembangan game yang akan anda buat.

Saya akan lanjutkan ke artikel kedua, dimana tips lain akan saya berikan dengan penjelasan singkatnya dari sisi programming, level design, asset building dan lainnya.

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.