Home / Desain Game / Game Pitching

Game Pitching

Ujian Mid Semester

Ujian Mid Semester untuk mata kuliah Game Design yang saya laksanakan pada hari Khamis, 2 Mei 2013 lalu berlangsung cukup unik. Setelah sesi presentasi atau pitching, bersama dengan mahasiswa S2 yang ikut ujian melakukan sesi diskusi selama 3 jam lebih. Sebuah rekor ujian di STMIK Amikom dimana mahasiswa mau meluangkan waktu total 4 jam untuk ujian.

Kenapa Bisa Begitu Lama?

Ujian mid hanya memakan waktu sekitar 1 jam saja, dimana setiap tim yang terdiri dari 2 mahasiswa mempresentasikan prototype game mereka selama 5 menit saja. Ada 5 tim jadi totalnya hanya sekitar 25 menit ditambah sekitar setengah jam untuk persiapan presentasi bagi semua tim. Saya sengaja membuat durasi hanya 5 menit untuk meniru situasi di dunia nyata, dimana para pelaku industri game hanya diberi waktu sedikit untuk memamerkan fitur terbaik dari konsep game mereka. Sisa waktu 3 jam adalah untuk diskusi terbuka bagi semua tim, dimana sesi ini menjadi ramai dan menarik. Serang menyerang dan lomba kritik berlangsung dengan cukup sengit.

Banyak yang bisa dipelajari oleh mahasiswa disini, seperti persiapan pra-presentasi seperti: memberikan dokumen awal untuk mempermudah pengenalan prototype game dan fitur-fitur utamanya. Tapi selain itu, semua presentasi berjalan lancar dan baik.

Ada yang membuat presentasi berupa video dan menggunakan power point. Tidak masalah, karena selain prototype kertas, model video dan powerpoint juga diperkenankan selama mereka bisa menampilkan yang terbaik dari prototype yang sudah dibuat.

Kenapa Bukan Ujian Tertulis?

Ujian tertulis biasanya hanya mengedepankan daya ingat saja. Dan hal itu bukan menggambarkan apa yang terjadi di dunia nyata. Saya ingin menampilkan sedekat mungkin dengan industri gamedev yaitu situasi pitching, dimana tim developer memamerkan karya mereka dengan sebaik mungkin dalam waktu terbatas.

Disini yang diuji bukan hanya ingatan, tapi juga mental dan emosi selama presentasi. Tidak mudah mempresentasikan sesuatu yang bisa begitu kompleks dalam waktu hanya 5 menit atau 300 detik. Bisa banyak tekanan mental karena sebagian dari otak kita ingin memberikan semua yang kita ingat, sementara kendalanya adalah waktu yang sangat terbatas. Dan disitulah ujian sebenarnya.

Kenapa Ada Sesi Debat?

Saya membuat sesi presentasi khusus untuk penilaian akademik. Sementara untuk “reality show”nya saya buat sesi debat dimana setiap tim akan mempresentasikan lagi dan diberi kesempatan meladeni berbagai pertanyaan dan kritikan dari semua penonton alias tim lain.

Suasana ketika semua penonton diberi kesempatan bermain

Suasana ketika semua penonton diberi kesempatan bermain

Sangat seru dan ramai, tidak hanya menyerang dari sisi fitur dan materi presentasi, sebagian dari penonton juga saling menyerang untuk menjatuhkan tim lain. Saya sengaja membiarkan hal ini, karena menurut saya, mereka perlu di”hajar” sedemikian rupa agar mampu melihat pendapat orang lain.

Ada yang bisa menerima dengan lapang dada, tapi ada juga yang ngotot. Pada akhirnya saya juga memberikan tips dan trik bagaimana memainkan peran yang baik selama presentasi, karena keahlian itu sangat penting untuk bisa membawa konsep dan prototype yang dibuat ke level yang lebih luas dan besar.

Penutup

Kondisi diatas tidak terjadi begitu saja. Seperti yang saya coba implementasikan di awal semester, khusus mulai tahun 2013 ini saya memasukkan teknik gamification di dalam kuliah. Dan hal diatas adalah salah satu dampaknya yang bisa dilihat secara nyata. Namun saya juga tidak hanya melakukan penilaian secara visual, saya juga secara berkala membuat penilaian kuantitatif dimana setiap sesi pertemuan kuliah bisa menampilkan tingkat partisipasi yang tinggi untuk interaksi di kelas.

Secara singkat, implementasi gamification yang saya buat cukup sukses dan mudah untuk ditiru. Saya sendiri akan menulis artikel terpisah, bahkan mungkin akan membuat ebook untuk “Gamification in Classroom” agar bisa ditiru dan dimodifikasi pendidik lainnya. Semoga dengan cara ini, kuliah tidak menjadi kegiatan yang membosankan, menakutkan, atau bahkan melelahkan. Ingat, 4 jam non-stop adalah buktinya. Bahkan saya sendiri terkagum dengan minat dan antusiasme mereka ketika ujian. Minat? Antusias? Sesuatu hal yang langka ketika ujian dilaksanakan bukan?

 

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.