Home / Gamedev / Unreal Engine 4 For Everyone
UE4_ishere_

Unreal Engine 4 For Everyone

Kini anda bisa membuat game dengan Unreal Engine 4. Ya, anda tidak salah baca. Bahkan developer solo bisa menggunakan engine itu hanya dengan biaya langganan $19/bulan dan royalti 5% dari penjualan.

Mengikuti model Unity yang terlebih dahulu memberikan software free, Unreal sebenarnya sudah memberikan model free juga dengan nama UDK (Unreal Development Kit). Bagi yang tidak mau bersusah payah mengkompilasi source code dari Unreal, UDK sebenarnya sudah bisa memberikan jawaban bagi para developer yang tertarik dengan teknologi Unreal namun tidak mampu membayar lisensinya.

Lalu kenapa Unreal membuka teknologi anyar yang selama ini hanya tersedia bagi developer kelas besar? Apakah karena model Unity sudah terbukti sukses memperbesar pangsa pasar hanya dalam waktu beberapa tahun dengan strategi software gratis?

Jawabannya sebenarnya tidak terlalu penting bagi developer sebab dalam hal ini developer diuntungkan karena bisa mencicipi teknologi yang mahal dengan harga super murah. Apakah itu yang sebenarnya?

Sekilas memang seperti itu, tapi saya melihat dari sisi lain. Apakah bisa teknologi seperti ini digunakan oleh satu orang developer? Maksud saya adalah: apakah tepat guna dan bermanfaat? Kalau mau singkatnya pasti anda menjawab YA. Tapi coba pikirkan dengan lebih baik, menggunakan teknologi sehebat Unreal Engine sebenarnya menuntut beberapa hal seperti kerjasama yang lebih kompleks dengan artis dan beberapa pihak lain. Jika menggunakan Unity, anda bisa meminimalkan budget dan biaya karena kemampuan Unity sudah bisa mengcover beberapa hal sekaligus dan anda bisa memanfaatkan asset store untuk mendapatkan berbagai kemudahan dalam mendevelop sebuah game. Artinya dalam bahasa yang sederhana adalah: anda bisa membuat sebuah game dengan waktu yang lebih cepat dan effort yang minimal.

Lalu apa yang salah dengan Unreal Engine 4? Sebenarnya tidak salah, namun bila anda berpikir bahwa game ini akan membuat anda lebih cepat membuat game, maka tampaknya persepsi anda itu salah. Game engine ini menuntut tingkat keahlian yang lebih tinggi dibanding Unity. Dan juga penggunaan editor dan scriptingnya lebih kompleks dan rumit. Walaupun demikian, saya bukan berniat membela Unity dan tidak ada kepentingan untuk membandingkannya dengan software development yang lain.

Yang saya simpulkan disini adalah bahwa walaupun Game Engine Unreal 4 sudah bisa dijangkau oleh developer pemula, namun untuk membuat sebuah game yang utuh tidak sama dan jauh dari kemudahan yang diberikan Unity baik dari sisi ketersediaan dukungan berupa asset store dimana Unity sudah membuktikan keampuhan dan efisiensi yang didapat developer dari marketplace tersebut.

Kemudahan yang diberikan Playmaker sebagai bentuk visual scripting pun sebenarnya ada ditiru dalam UE 4 namun memang tidak sama dan tidak cocok disamakan. Hanya saja tetap lebih kompleks dan kurva belajarnya jauh lebih sulit.

Soal platform, UE 4 memang memberikan kemudahan karena sudah bisa multiplatform ke Windows, iOS, Android dan Linux. Namun kembali lagi Unity sudah lebih jauh melangkah dengan memberikan lisensi ke berbagai platform lain bahkan konsol sekalipun.

Apakah berarti saya tidak merekomendasikan engine ini? Tidak sama sekali. Yang saya tekankan disini adalah, engine ini cukup rumit dan walaupun sudah lebih murah dibanding dengan Unity (bagian ini yang seharusnya diikuti oleh Unity saat ini yaitu menurunkan biaya langganan USD 75 per bulan) bukan berarti bisa menjadi pilihan lebih baik dari Unity. Game ini menuntut tingkat yang lebih tinggi dibanding Unity nyaris dalam semua segi.

Jadi, jika anda berniat membuat game dalam waktu cepat dan efisien, maka game ini bukan pilihan terbaik anda. Tapi kalau anda memang sudah berniat membuat game yang memanfaatkan salah satu teknologi terbaik, maka UE 4 adalah salah satunya. Hanya saja, anda harus mau membayar harga dari konsekwensinya untuk itu…

 

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.