Home / Entrepreneur / Waktu Eksekusi: Sekarang atau Nanti?
execute_2

Waktu Eksekusi: Sekarang atau Nanti?

Memutuskan untuk bertindak saat tertentu tidak selalu mudah bagi seorang pelaku bisnis, apalagi kalau dirinya menganggap bahwa keputusan itu belum matang atau masih memiliki keraguan untuk menjalankannya. Perilaku ini sering saya lihat terjadi pada kebanyakan pelaku startup juga. Apalagi yang masih pemula.

Memang ada beberapa yang melakukan hal sebaliknya yaitu bertindak tergesa-gesa dan gegabah. Namun setelah gagal 1 atau 2 kali maka sifat ragu dan lamban menjadi selalu muncul. Bagaimana tidak. trauma mengulang kesalahan menjadi momok menakutkan bukan? Lalu bagaimana kita bisa meminimalkan salah eksekusi atau memilih timing yang tepat untuk menjalankan sebuah aksi?

Beberapa tips dibawah ini bisa membantu anda saya kira:

  1. Tentukan hasil akhir. Banyak yang tidak siap membayangkan hasil akhir yang detail yang diinginkan. Jadi, langkah awal adalah menentukan dengan detail dan spesifik hasil akhir dari keputusan anda. Imajinasi disini sangat membantu anda dalam menentukan langkah-langkah yang harus diambil dan diantisipasi untuk mencapai hasil akhir tersebut.
  2. Persiapkan 1 cara utama dan beberapa alternatif lain. Ya, manusia terbiasa berpikir linear. Walau kita memang harus memilih 1 jalan yang paling berpeluang, tapi kita harus selalu siap dengan alternatif lain dengan beberapa kondisi khusus tentunya. Artinya, arah jalan bisa berubah karena beberapa kondisi utama yang berubah. Selain mempermudah keputusan mengantisipasi perubahan, memiliki alternatif lain lebih memberikan rasa percaya diri karena kita memiliki asuransi solusi.
  3. Paham akan hasil terburuk. Walau tidak ada yang berharap hal ini terjadi, biasakan untuk mampu mengkalkulasi hasil terburuk dan kapan mengenal waktunya bermula. Salah satu yang penting dibangun didalam diri adalah sifat jujur untuk mampu introspeksi diri secepat mungkin karena kebanyakan pelaku usaha sulit menerima kenyataan ketika keputusannya tidak tepat lagi.
  4. Mencari second opinion yang tepat. Kenapa harus tepat? Supaya saran dan masukan yang diterima sebagai pembanding memang berbobot. Tidak sekedar pendapat pro atau kontra. Kadang pendapat dari orang luar memang diperlukan tapi kita harus melihat konteks permasalahan. Banyak juga masalah yang memang harus dibahas dengan orang dalam atau yang  benar-benar paham dengan masalah/bisnis yang dihadapi.

Tips diatas saya dapatkan dari berbagai interaksi bersama pelaku bisnis dan juga tentunya dari berbagai referensi buku yang saya baca. Kompilasi tips diatas bisa dikatakan pandangan generik terhadap waktu eksekusi sehingga anda harus memodifikasi beberapa bagian tertentu dan disesuaikan dengan kondisi anda tentunya.

Saya akan ceritakan sebuah kisah yang mungkin bisa membantu pemahaman kita bersama.

Ada seorang pelaku startup pemula yang datang berkonsultasi kepada saya dan menceritakan bahwa dia menunda untuk mengeksekusi idenya selama 1 tahun. Pada akhirnya dia menyadari bahwa idenya itu ternyata sudah diimplementasikan orang lain alias kedahuluan. Jadi, selain menyesali diri karena lamban, dia juga merasa kesal karena mengira ada orang lain yang lebih tanggap menjalankan idenya.

Pada kesempatan lain, dia mendapatkan ide lain dan mencoba menjalankannya dengan lebih cepat. Sayangnya dia melakukannya terburu-buru. Ingat tentang trauma yang saya bahas diawal? Ternyata kegagalan mengeksekusi di ide pertama membuatnya trauma untuk menunda dan kesempatan kedua dijalankan dengan gegabah.

Dari 4 tips diatas itu, dia hanya menjalankan tips no 1 dan 3 saja. Jadi dia tahu hasil spesifik serta kondisi terburuknya. Biasanya memang kebanyakan pelaku bisnis sudah paham akan kedua poin ini secara otomatis karena memang logis dilakukan. Tapi bagaimana poin 2 dan 4?

Ternyata keputusannya untuk berdiskusi dengan saya (tips ke-4) membuka pemahamannya akan adanya cara lain (tips no-2). Kami berdiskusi cukup lama dan saya banyak memberikan alternatif berdasarkan keterangan dan penjelasan darinya. Tentu saja saya tidak mengatakan bahwa solusi yang saya berikan adalah yang terbaik karena harus dibuktikan terlebih dahulu tentunya. Tapi bisa saya katakan berbagai masukan dan penjelasan dari saya sangat membantunya menemukan beberapa alternatif lain.

Sesudah pertemuan kami, dia lebih percaya diri dan bisa menentukan timing yang tepat karena ada perubahan pemikiran dan mental. Keraguan tidak lagi menjadi momok karena kini dia lebih bisa memahami keterbatasan dan menentukan sendiri pilihan jalan atau cara yang akan dipilihnya.

Semoga ke-4 tips tersebut juga bisa membantu anda.

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.