Home / Entrepreneur / Yang Diinginkan Investor: Pitching atau Traction?
apa yang diinginkan investor pitching atau traction

Yang Diinginkan Investor: Pitching atau Traction?

Saya sudah lama terusik dengan beberapa pernyataan dari startup yang pernah berdiskusi dengan saya. Salah satu yang menarik adalah ketika mereka menyatakan bahwa produk atau bisnis yang sedang mereka bangun akan maksimal potensinya bila mendapatkan kucuran dana. Dan mereka banyak yang menyatakan kesulitan menentukan bagian mana yang akan dimaksimalkan? Apakah model penyajian yang memukau atau pitching atau fokus dengan menampilkan traction yang dimiliki?

 

Traction adalah hasil pengukuran dari bagaimana berhasilnya sebuah startup menjalankan model bisnisnya dan bagaimana keberhasilan  penerimaan akan model bisnis tersebut untuk demografi yang dijadikan target

 

Contoh Keanehan Startup

Dari pengamatan saya selama ini, ada yang sedikit aneh menurut saya. Beberapanya seperti berikut:

  1. Startup cenderung lebih memilih untuk memoles pitching karena tidak yakin dengan traction yang dimiliki. Atau sebenarnya lebih banyak yang tidak punya traction sama sekali. Ini dia startup yang terus menerus punya pengharapan.. hehehe
  2. Pitching dipilih karena lebih mudah dipejari, dikuasai atau dikontrol oleh pelaku startup dibanding dengan sekelompok calon konsumen yang sulit diprediksi apa maunya. Dengan kata lain, memilih peluang berhasil yang lebih instan… tidak salah sih!
  3. Lebih berusaha untuk meyakinkan investor bahwa ide yang dimiliki sangat baik dan potensinya sangat besar daripada memberikan bukti bahwa potensinya sudah bisa dilihat dari traction walaupun masih kecil

Kalau startup anda belum memiliki traction maka pitching cocok dijadikan solusi ketika bertemu dengan calon investor? Atau anda memilih untuk tidak bertemu?

Jawabannya masih banyak pro kontra menurut saya. Lha siapa yang bisa melarang anda untuk bertemu mereka walau belum memiliki traction? Tapi yang saya mau bahas disini adalah mindset untuk mendapatkan kucuran dana dengan alasan bahwa itulah faktor yang akan bisa menentukan sukses tidaknya startup anda. Jadi sederhananya begini: ide anda + keyakinan + dana investor = sukses!

 

Sukses Bermodalkan 5 Slide

pitching itay adam

Dasar dari keyakinan itu sepertinya bermunculan ketika banyak startup yang mendengar kesuksesan sebuah startup mendapatkan dana segar dari angel investor dengan hanya bermodalkan beberapa slide presentasi saja. Foundernya dianggap mahir dalam memberikan presentasi. Baca selengkapnya kisah Itay Adam di website Forbes. Walau apa yang dibuatnya itu bisa dan terbukti benar, namun tidak semua investor berpandangan seperti itu. Masih banyak yang lebih fokus ke traction sebagai salah satu bentuk metrik yang dipercaya.

Hal ini saya amini ketika melihat proses penjurian di Indigo Incubator 2015 lalu. Saya selain menjadi juri juga berupaya menjadi pengamat agar bisa memberikan insight kepada anda sebagai pembaca blog saya ini.

Ternyata pitching hanyalah “metode pintu masuk” kepada startup untuk bisa memperoleh “kesempatan yang terbaik” dalam mengkomunikasikan ide/produk yang dimilikinya dalam waktu yang relatif sangat singkat. Saya sebut metode karena bisa anda pelajari dan kuasai dalam waktu yang tidak lama. Ya, ada yang cepat mahir ada pula yang masih sangat gugup ketika memberikan sesi presentasi. Hanya saja, beberapa startup yang menurut saya presentasinya “tidak istimewa amat” bisa menarik perhatian para juri. Saya melihat faktor apa yang menjadi salah satu tolak ukur penting dari semuanya. Ternyata itu adalah traction.

 

Fakta Dibalik Itu

Benar sekali ada beberapa faktor penting lainnya seperti: latar belakang founder, visi dan misi, serta skill yang mendukung, dll. Maaf, tidak bisa saya beberkan disini semuanya. Itu sama saja berarti buka dapur yang seharusnya rahasia dan dijaga hehehe… Penting untuk anda ingat: ketika semua bobot persaingan nyaris sama, maka faktor yang dianggap dominan sebagai bukti sekaligus pembeda adalah traction yang dimiliki.

Beberapa juri memang punya keyakinan dan selera sendiri. Tapi ketika menyangkut traction hal itu tidak berdampak apa-apa. Traction adalah satu fakta yang lebih berarti dibanding kata-kata. Maksud saya adalah, ketika anda menunjukkan data dari traction yang didapat, maka asumsi atau selera saya terhadap startup anda bisa berubah.

Suasana Penjurian Indigo 2015

Suasana Penjurian Indigo 2015

Bisa dikatakan bahwa traction adalah data yang anda dapatkan setelah melakukan rangkaian measure  dalam waktu tertentu. Validitas dari traction inilah yang akan memberikan keyakinan kepada investor bahwa ada peluang di startup anda. Walau jumlahnya kecil sehingga anda tidak yakin, tapi investor punya kalkulasi tersendiri.

Mereka akan mengkaji potensi pasar dan berapa besar peluang keberhasilan bisnis anda dengan data traction yang ada. Itulah yang sebenarnya harus dipahami dengan baik oleh startup pemula. Peluang dana dikucurkan akan lebih besar jika anda membuktikan dari awal bahwa produk yang anda develop memiliki pasar nyata yang mau menggunakan / membelinya. Maka dana dari investor adalah resource yang akan mempercepat pertumbuhan traction tadi menjadi bisnis yang profitable. Dana dari investor sebenarnya lebih untuk memperbesar peluang skalabilitas bisnis jika kita mau jujur dan adil. Mau tidak mau, unsur “spekulasi” akan dirasa jauh lebih besar untuk startup yang tidak memiliki traction.

Apakah ada investor untuk startup tanpa traction? Tidak banyak, tapi ada. Hanya saja langka hehehe… Artinya, peluang anda lebih kecil karena pesaing banyak. Kalau melihat ini, berarti anda memilih kondisi “red ocean” dan bukannya berusaha mencapai kondisi “blue ocean” dimana data traction anda bisa menjadi penentu bahwa startup anda sudah berada di level yang lebih tinggi dibanding yang lain.

Jadi, mana yang akan anda fokuskan? Sesuatu yang relatif bisa dikuasai dalam waktu tertentu yaitu skill pitching? Atau sesuatu yang lebih sulit tapi jauh lebih bisa menjadi penentu dari bukti awal  keberhasilan yaitu traction dari bisnis anda?

 

About Samuel Henry

Saya seorang Gamer. Itu pekerjaan utama saya, sementara sampingan yang lain adalah Pembicara baik untuk bidang Teknologi & Softskill, juga sering menjadi Coach & Trainer untuk bidang IT, saya penulis buku, dan saat ini saya menjadi Mentor di Jogja Digital Valley (JDV) Hobby saya menulis, melukis dan menggambar serta mendengar musik. Saya suka topik kreativitas, karena saya percaya kita mendapat anugerah kreatif agar kita tidak lupa menjadi bagian dari Pencipta.